Pemilu 2019

Massa Mengamuk Capresnya Kalah, Polisi dan Tim Gabungan Bertindak (Simulasi)

Simulasi pengamanan Pilpres oleh Polrestabes Semarang bersama TNI Kodim 0733 , dan Satpol PP Kota Semarang di Akpol

Massa Mengamuk Capresnya Kalah, Polisi dan Tim Gabungan Bertindak (Simulasi)
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
SIMULASI KEAMANAN - Barikade aparat TNI dan Polri memblokade massa yang tak puas terhadap hasil pemungutan suara dalam latihan simulasi penanganan kerawanan Pemilu 2019 di Lapangan Akpol Semarang, Senin (17/9). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Pemilihan Presiden diwarnai bentrok antara pendukung calon presiden dengan aparat kepolisan di lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Senin (17/9).

Keributan tersebut berawal saat kampanye Calon Presiden (Capres) di lapangan Pancasila di mana massa melemparkan botol mineral ke arah panggung. Kemudian petugas langsung mengamankan calon presiden ke dalam mobil.

Pada hari berikutnya Capres beserta rombongan akan berlanjut melaksanakan kampanye di kota lain. Pengawalan Capres dilakukan secara ketat.

Saat perjalanan, Capres dihadang massa yang merupakan simpatisan lawan politiknya. Sontak mobil patroli pengawal (Patwal) beserta rombongan berhenti untuk melakukan negosiasi dengan massa.

Karena tidak menemukan titik terang, mobil polisi beserta rombangan Capres berbalik arah. Untuk menghindari amukan massa Capres diamankan dengan dinaikkan helikopter.

Memasuki masa tenang , Polisi beserta Satpol PP menangkap pelaku perusakan alat peraga kampannye.

Puncak kerusuhan terjadi saat penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Massa tidak terima calon Presidennya tersebut kalah.

Kemudian, massa mengadukan dugaan kecurangan tersebut ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena tidak ada jawaban kemudian massa melakukan unjuk rasa menuju lapangan Pancasila.

Kondisi semakin memanas, aparat secara sigap mengeluarkan kawat barikade di lokasi unjuk rasa. Jajaran Sabhara, Brimob maupun TNI dikerahkan untuk menghalau massa.

Pelemparan batu dilakukan kepada petugas pengamanan. Selanjutnya, mengerahkan K9, dan mobil Water Canon untuk membubarkan massa.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved