Anak Penjual Mi Ayam Mahasiswa Terbaik Fakultas Hukum UMP

Pria kelahiran Banjarnegara, 22 Agustus 1995 itu mengisahkan perjuangan kerasnya agar bisa kuliah sebagai tangga mengubah nasib.

Anak Penjual Mi Ayam Mahasiswa Terbaik Fakultas Hukum UMP
ISTIMEWA
Belajar dari Agung Pambudhi, anak Penjual Mie Ayam Mahasiswa Terbaik Fakultas Hukum UMP 

TRIBUNJATENG.COM -- Keterbatasan ekonomi kerap jadi hambatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Selain biaya perkulianan yang mahal, biaya hidup di tempat kuliah yang umumnya di perkotaan juga susah terjangkau bagi kalangan miskin.

Kondisi ini pula yang sempat membuat orang tua Agung Pambudhi ciut nyali. Tetapi semangat Agung yang tinggi untuk kuliah membuat orang tuanya luluh. Agung mengatasinya dengan kerja keras demi ambisi kuliahnya terpenuhi.

Kini Agung berhasil menyandang predikat mahasiswa terbaik Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada acara Yudisium Program Sarjana Fakultas Hukum UMP belum lama ini.

Pria kelahiran Banjarnegara, 22 Agustus 1995 itu mengisahkan perjuangan kerasnya agar bisa kuliah sebagai tangga mengubah nasib.

Selepas SMK, ia tak langsung kuliah lantaran modal belum cukup. Ayahnya, Wagino hanya mengandalkan pendapatannya dari berdagang mi ayam. Penghasilan itu terbatas untuk menafkahi dan membiayai pendidikan adik-adiknya.

Agung tak ingin menambah berat beban orang tua. Mau tak mau, ia harus mandiri untuk bisa kuliah. Ia melamar pekerjaan di sebuah pabrik otomotif di Karawang Jawa Barat.

Dari hasil kerjanya itu, sedikit demi sedikit ia dapat menabung.

"Sebelum kuliah saya bekerja di pabrik dan saya selalu berjuang menabung agar bisa kuliah,” kata alumnus dari SMK Cokro Aminoto 2 Banjarnegera ini,

Tinggal di lingkungan kerja tak mengendurkan semangat Agung untuk meneruskan pendidikan. Bermodal tabungan dari hasil kerja di perantauan, Agung percaya diri melamar di Fakultas Hukum UMP. padahal, kedua orang tuanya sempat ragu dapat membiayai kuliahnya hingga tuntas.

“Sempat ragu kuliah, sebab bapak hanya seorang penjual mi ayam di desa. Saya juga anak pertama dari empat bersaudara. Adik adik saya masih perlu biaya banyak,” katanya.

Selain berprestasi di bidang akademik, Agung juga aktif berorganisasi, mulai UKM Olahraga, IMM Al Fatih, hingga BEM Fakultas Hukum diikutinya. Aktif di banyak organisasi nyatanya tak memengaruhi prestasi akademiknya. Ia menganggap pentingnya berorganisasi untuk mengasah kemampuannya di luar akademik.

Agung pun berpesan kepada mahasiswa lain agar tekun belajar sebagai kunci keberhasilan. "Dengan belajar kita bisa meraih masa depan yang lebih baik," katanya. (khoirul muzakki)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved