Liga 1

Bruno Silva Sayangkan Adanya Kericuhan Sehabis Laga Persija Vs PSIS di Bantul

Sesaat setelah laga Persija Jakarta menghadapi PSIS Semarang, Selasa (18/9) berakhir, sempat terjadi kericuhan

Bruno Silva Sayangkan Adanya Kericuhan Sehabis Laga Persija Vs PSIS di Bantul
Tribunjateng.com/Franciskus Ariel Setiaputra
Hari Nur Yulianto berbincang bersama rekan setimnya Bruno Silva 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sesaat setelah laga Persija Jakarta menghadapi PSIS Semarang, Selasa (18/9) malam di Stadion Sultan Agung, Bantul berakhir, sempat terjadi kericuhan antar beberapa suporter Persija dan PSIS di sisi tribun timur selatan.

Disinyalir, beberapa oknum suporter melakukan aksi kurang terpuji dengan saling mengejek. Kondisi ini diperparah dengan adanya aksi pelemparan dan perusakan pagar pembatas.

Kondisi ini juga membuat pihak keamanan akhirnya menembakkan gas air mata.

Persija Vs PSIS - Rusuh, Bambang Pamungkas Gunakan Pengeras Suara untuk Tenangkan Penonton
Persija Vs PSIS - Rusuh, Bambang Pamungkas Gunakan Pengeras Suara untuk Tenangkan Penonton (ISTIMEWA)

Bahkan akibat dari ketegangan ini, banyak suporter dari Persija maupun PSIS harus mendapat pertolongan dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans.

Di awal-awal terjadinya ketegangan antar suporter ini, pemain dari Persija dan PSIS sempat berusaha mencoba mencairkan suasana. Namun tidak berhasil.

Salah satunya striker PSIS Bruno Silva.

Sesaat setelah laga Persija Jakarta menghadapi PSIS Semarang, Selasa (18/9) malam di Stadion Sultan Agung, Bantul berakhir, sempat terjadi kericuhan
Sesaat setelah laga Persija Jakarta menghadapi PSIS Semarang, Selasa (18/9) malam di Stadion Sultan Agung, Bantul berakhir, sempat terjadi kericuhan (tribunjogja/hasan sakri)

Striker plontos ini sempat mencoba mendekat ke tribun penonton.

"Saya ingin memisahkan mereka agar suporter PSIS tidak terkena masalah," kata Bruno, saat dikonfirmasi, Rabu (19/9/2018).

Ia berharap, kejadian serupa tidak lagi terjadi. Apalagi merugikan diri sendiri.

"Sayangnya upaya saya memisahkan mereka tidak berhasil. Saya tidak mengerti mengapa harus terjadi insiden itu. Siapa yang akhirnya dirugikan?. Saya berharap kejadian ini tidak terjadi lagi," sambungnya.

Sementara itu, kiper PSIS, Joko Ribowo juga turut menyayangkan atas aksi tersebut.

"Ya kalau begini, yang jadi korban bukan cuma yang terlibat. Suporter yang tidak terlibat aksi juga menjadi korban," kata Joko Ribowo.

"Semoga kedepannya suporter Indonesia beradu kreatifitas di tribun. Bukan adu kekerasan. Karena banyak juga anak kecil yang datang menonton," tandasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved