Ikatan Ahli Bedah Digestif (Ikabdi) Semarang Gelar 7th Semarang Digestive Week

Update of Intra Abdominal Infection Management 2018 diselenggarakan perdana di laboratorium minimal invasif RSUP Kariadi, Rabu (19/9/2018).

Penulis: Restu Trisna Wardani | Editor: galih permadi

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Restu Trisna

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Acara nasional yang digelar Ikatan Ahli Bedah Digestif (Ikabdi) Semarang bertajuk 7th Semarang Digestive Week: Update of Intra Abdominal Infection Management 2018 diselenggarakan perdana di laboratorium minimal invasif RSUP Kariadi, Rabu (19/9/2018).

Acara yang telah diawali sejak 2011 tersebut mempersembahkan beberapa kemajuan untuk update ilmu di bidang bedah digestif.

Adapun pada tahun ketujuh ini, Ikabdi Semarang membahas secara mendalam topik infeksi intra-abdominal (infeksi dalam rongga perut).

Kegiatan tersebut dimulai pada 19 hingga 23 September 2018 mendatang. Namun, acara simposium akan diselenggarakan pada 21 dan 22 September 2018 di Gumaya Tower Hotel Semarang.

Sedangkan pada 19, 20, dan 23 September 2018 akan diadakan beberapa workshop di RSUP Kariadi dan RS Nasional Diponegoro.

Ketua panitia acara, dr. Ari Adrianto, SpB-KBD mengatakan, workshop tersebut antara lain adalah Workshop Basic Laparoscopy, Workshop Laparatomy Anatomical Liver Resection: From Segmentectomy to Major Hepatectomy, Workshop Stoma Creation and Care, Workshop Upper and Lower GI Endoscopy, Workshop Management of Open Wound and Enterocutan Fistula, dan Workshop Perianal Abscess and Fistula Erus.

Menurutnya, selalu banyak topik yang bisa dibahas mengenai bedah digestif. Maka dari itu, setiap tahun topik yang disuguhkan selalu berbeda kepada para peserta dari berbagai daerah se-Indonesia tersebut.

"Setiap topik, kami akan membahas mengenai penanganan terkini, yang paling update. Seperti topik tahun ini kan, infeksi dalam rongga perut. Maka yang dibahas mulai dari lambung sampai dubur," tutur dr. Ari disela-sela kegiatan workshop.

Untuk tahun ketujuh ini, lanjut dr. Ari, Ikabdi Semarang akan mendatangkan pembicara dari Thailand yang memang dokter ahli dalam bidang bedah digestif.

Meskipun demikian, tetap didukung oleh pembicara-pembicara dari daerah atau kota yang memang memiliki pendidikan mengenai bedah digestif.

"Peserta tidak dibatasi hanya dokter ahli bedah digestif saja. Namun, kami juga memfasilitasi untuk dokter bedah umum dan calon dokter bedah digestif. Bahkan dokter umum pun kami akomodir. Harapan kami supaya setiap dokter, terutama dokter bedah terus meningkat kompetensinya" jelasnya.

Tujuannya, sambung dr. Ari, supaya dokter umum juga bisa mendiagnosa dengan benar. Selain itu juga mampu mengenali kegawatdaruratan mengenai bedah.

Sehingga rujukan yang diberikan akan tepat. Guna mencegah morbiditas dan mortalitas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved