Ini Alasan Pelatih PSIS Tempatkan Haudi Abdillah Sebagai Bek Kiri Saat Lawan Persija

PSIS Semarang masih mengalami krisis fullback saat menghadapi Persija Jakarta, Selasa (18/9) malam di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Ini Alasan Pelatih PSIS Tempatkan Haudi Abdillah Sebagai Bek Kiri Saat Lawan Persija
Tribunjateng.com/Franciskus Ariel Setiaputra
PSIS Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang masih mengalami krisis fullback saat menghadapi Persija Jakarta, Selasa (18/9) malam di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Dalam laga yang dimenangkan Persija Jakarta 1-0 tersebut, sektor kiri pertahanan PSIS masih belum diisi pemain berposisi asli sebagai bek sayap.

Pelatih PSIS, Jafri Sastra mencoba menurunkan stopper, Haudi Abdillah sebagai bek sayap kiri saat menghadapi Persija.

Kondisi ini, sama dengan saat menghadapi PSMS Medan.

Jafti terpaksa menurunkan stopper Rio Saputra sebagai fullback kiri. Namun sayangnya Rio hanya bermain sekitar 40 menit karena mengalami cedera engkel.

Krisis bek kiri ini disebabkan karena dua fullback PSIS, Akbar Riansyah dan Frendi Saputra belum pulih dari cedera. Keduanya diprediksi masih memerlukan beberapa waktu lagi untuk beristirahat.

Satu pemain berposisi fullback lainnya yaitu Safrudin Tahar sebenarnya sudah pulih dari cedera. Namun Jafri memilih tidak memainkan Tahar di laga tersebut. Padahal ia masuk dalam susunan line up.

Jafri beralasan, kondisi Tahar belum 100 persen fit.

"Kami pilih Haudi karena Tahar belum 100 persen sembuh. Walaupun dia sudah kami masukkan dalam line up. Tapi saya tidak mau ambil resiko.," kata Jafri.

"Yang jelas, kondisi kami saat menghadapi Persija masih emergency. Kami punya empat fullback tapi tiga cedera," jelasnya.

Mencoba memainkan Haudi di posisi baru, Jafri menyebut Haudi bermain tidak jelek dan cukup disiplin menjaga area kiri pertahanan PSIS.

"Haudi tampil cukup bagus, cukup disiplin sebagai bek kiri. Terjadinya gol Persija juga bukan dari sektor Haudi. Tapi kebobolan di menit awal terjadi di sektor yang berbeda," pungkasnya.

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved