Lereng Gunung Slamet Terbakar, Hutan Seluas 2 Hektare Hangus Dilalap Api

Musim kemarau menyebabkan beberapa areal sabana di lereng-lereng gunung terbakar.

Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Petugas gabungan tengah berusaha memadamkan api yang menghanguskan semak di lereng Gunung Slamet (Dok BPBD Pemalang). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Musim kemarau menyebabkan beberapa areal sabana di lereng-lereng gunung terbakar. Hal tersebut juga terjadi di Gunung Slamet, dimana titik api berada di petak 4 yang merupakan wilayah hutan KPH Pekalongan Barat.

Titik api diketahui muncul pada Selasa lalu pukul 12.00 WIB, untuk kemudian petugas gabungan daei BPBD Pemalang, TNI, warga Penakir dan para relawan lamgsung mencoba memadamkan api di lokasi kebakaran.

Kepala BPBD Pemalang, Wismo menjelaskan, peristiwa terbakaranya hutan di kawasan lereng Gunung Slamet tersebut di ketahui warga pada Selasa kemarin sekitar pukul 12.00.

Terhitung hampir 24 jam lebih petugas gabungan mencoba memadamkan api yang semakin merembet menghanguskan hutan di lereng Gunung Slamet.

Namun, Rabu (19/9/2018) sore api berhasil dijinakan dan hanya meyisakan bara pada batang pohon setinggi 20 meter. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pemalang, Tri Wahyuningsih menerangkan, pihaknya telah menyiapkan personil, dengan pembekalan dan logistik untuk proses pemadaman.

"Untuk lokasi masuk wilayah Kecamatan Pulosari Desa Penakir, karena di wilayah desa kekurangan air, untuk memadamkan api petugas melakukannya secara manual menggunkan dahan pohon dan membuat parit agar api tidak merambat," katanya.

Ditambahkannya, menurut infaormasi dari KPH Pekalongan Barat, luasan yang terbakar 1 hingga 2 hektar.

"Namun kabar terakhir dari para relawan api sudah padam, dan hanya menyisakan bara yang masih menyala pada batang pohon besar setinggi 20 meter, para relawan masih ada yang siaga di atas untuk mengantisipasi jika pohon tumbang sehingga mematik titik api baru," tetangnya.

Pihaknya menghimbau masyarakat sekitar Gunung Slamet untuk menjaga lingkungan, terutama para pendaki yang kerap melakukan pendakian di Gunung Slamet.

"Kami menghimbau kepada masyarakat yang dekat dengan Gunung Slamet, ataupun para pendaki jika memasak di gunung segera di padamkan, jangan sampai api yang dibuat menimbulkan kebakaran," tambahnya.

Terpisah Kepala BPBD Pemalang, Wismo menerangka kepulan asap pertama kali dilihat oleh warga Dukuh Sarangan, Desa Penakir.

"Upaya petugas dan para relawan yang dibantu warga sekitar untuk memadamkan api dilakukan sejak Selasa siang, 30 orang naik menuju titik api yang dibantu relawan Dipajaya Desa Clekatakan, Sabawana dan warga Penakir," jelasnya.

Wismo menambahkan titik kebakaran bukan jalur pendakian yang sering digunakan oleh pecinta alam embdaki Gunung Slamet.

"Lokas kebakaran bukanlah jalur pendakian, karena tim sudah memastikan, dan ketinggian lokasi kebakaran berada di angka 2400 hingga 2600 MDPL," timpalnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved