Naik Terus, IPM Boyolali 2017 Sentuh Angka 72,68 Persen

Di Kabupaten Boyolali ada peningkatan dari tahun 2016 ke tahun 2017. Tahun 2017 capaiannya 72,68 persen

Naik Terus, IPM Boyolali 2017 Sentuh Angka 72,68 Persen
tribunjateng/humas pemkab boyolali
Workshop Analisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Boyolali, bertempat di aula BP3D, pada Rabu (19/9). 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia baik masyarakat maupun penduduk. Dalam kondisi yang ada, di semua negara di dunia IPM ini sangat penting dan harus ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Boyolali, Nur Khamdani saat menggelar acara Workshop Analisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Boyolali, bertempat di aula BP3D, pada Rabu (19/9).

“Karena dapat menentukan peringkat ataupun level pembangunan suatu wilayah atau negara. Terlebih lagi di Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuruan kinerja pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu indikator untuk penentuan dana alokasi umum,” jelasnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat yang membuka secara resmi kegiatan workshop tersebut mengatakan capaian IPM di Kabupaten Boyolali sudah terbilang cukup baik dari tahun ke tahun.

“Di Kabupaten Boyolali ada peningkatan dari tahun 2016 ke tahun 2017. Tahun 2016 capaiannya 72,18 persen, dan tahun 2017 capaiannya 72,68 persen,” ungkap Wabup Said.

Adanya peningkatan capaian IPM tersebut, Wabup Said berharap agar prestasi yang diraih dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boyolali.

Artinya dari data yang dihasilkan, diolah, dan informasi atas perkembangan perkembangan akan dijadikan acuan kerja agar lebih baik lagi ke depan.

“Karena Boyolali pada tahun ini posisi kita sudah berada di peringkat 5 se-Soloraya, dan di Provinsi Jawa Tengah kita berada di peringkat 11, maka dengan keseriusan kita mari berpikir bersama untuk kesejahteraan rakyat Boyolali,” ujarnya. (*)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved