Sains Jelaskan Kenapa Manusia Cenderung Memaafkan Orang Lain

Temuan ini didapatkan setelah para peneliti melakukan serangkaian percobaan pada 1.500 peserta.

Sains Jelaskan Kenapa Manusia Cenderung Memaafkan Orang Lain
Thinkstock
Ilustrasi minta maaf. 

TRIBUNJATENG.COM - Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk memaafkan orang.

Hal ini didapati para peneliti ketika mengamati bagaimana orang menilai karakter moral orag lain.

Biasanya, untuk menilai karakter seseorang, seseorang akan berpegang teguh pada kesan baik.

Tapi penelitian baru itu membuktikan, ternyata meski seseorang berperilaku buruk, penilaian karakter tersebut masih bisa disesuaikan.

Bagi para peneliti, fleksibilitas dalam menilai pelanggaran ini mungkin bisa membantu menjelaskan bagaimana manusia memaafkan.

Dalam laporan di jurnal Nature Human Behaviour, para peneliti menilai ini mungkin karena manusia berpikir bahwa orang yang telah berbuat salah kepadanya bisa membantu di masa depan.

"Otak membentuk kesan sosial dengan cara yang dapat memungkinkan pengampunan," ungkap Molly Crocket, penulis senior penelitian ini dikutip dari The Independent, Selasa (18/9/2018).

Baca: Rambut Bisa Mencium, Ilmuwan Bikin Parfum untuk Atasi Kebotakan

"Karena orang kadag berperilaku buruk dengan alasan tak disengaja, kita harus bisa memperbarui kesan buruk yang ternyata salah. Kalau tidak, kita mungkin akan mengakhiri hubungan begitu singkat dan kehilangan banyak manfaat dari koneksi sosial," imbuh psikolog dari Yale University tersebut.

Temuan ini didapatkan setelah para peneliti melakukan serangkaian percobaan pada 1.500 peserta.

Para peserta diminta untuk mengamati pilihan dua orang asing yang menghadapi dilema moral, yaitu menyetrum orang lain dengan imbalan uang.

Halaman
12
Editor: suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved