UKM Musik Lantai Tiga Universitas Pandanaran Suguhkan Konser dan Tari Karya Anak Milenial

UKM Musik Lantai Tiga Universitas Pandanaran kembali Gelar Pertunjukan Musiknya. di Taman Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang.

UKM Musik Lantai Tiga Universitas Pandanaran Suguhkan Konser dan Tari Karya Anak Milenial
Istimewa
UKM Musik Lantai Tiga Universitas Pandanaran kembali Gelar Pertunjukan Musiknya. Sabtu (15/9/2018), di Taman Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - UKM Musik Lantai Tiga Universitas Pandanaran kembali gelar pertunjukan. Sabtu (15/9/2018), di Taman Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang.

Acara festival musik dan gathering comunity bernama Become A Friend, dengan hastag “#BerkaryaBukanBanyakBicara” diselenggarakan dengan meriah.

Mengangkat tema “Milenial Fest”, dekorasi yang disuguhkan identik dengan suasana era milenial.

"Di bawah langit Kota Semarang, acara ini mulai dibuka umum pada pukul 16.30 Wib dan diramaikan komunitas dari Fujiguys (Fotografer Semarang), Skate Board, Gurart (Lukis) dengan memamerkan semua karya- karya yang terbaik di setiap gerai mereka," terang Riyan, satu di antara panitia acara.

Acara itu juga menghadirkan Serempet Gudal, band indie asal Semarang sebagai bintang tamu utama. Sesuai dengan hastag “#BerkaryaBukanBanyakBicara”, kegiatan ini menghadirkan band lokal asli Semarangan yang siap menyuguhkan karya- karya terbaiknya.

"Setidaknya, empat band ikut memeriahkan acara tersebut. Di antaranya band Bras Punk, MIK Semar Band, Badman, dan Tanpa Nada. Selain dihadiri empat band lokal asli Semarang, acara juga dimeriahkan oleh Modernn Dance, dan Tari Tradisional (The Secret Of Srikandi)," imbuhnya.

Ketua Yayasan Abdi Masyarakat, Harini Krisniati menyampaikan apresiasi kepada panitia acara yang sukses menyelenggarakan acara.

"Saya melihat acara ini sangat sukses. Konsep yang sangat matang, dengan tema yang sangat tepat. Generasi milenial adalah generasi berkarya. Generasi yang tidak “loyo”, yang berkarya tanpa batas, dan berbicara melalui karyanya," ungkapnya.

Sebanyak 500 pengunjung lebih memadati lokasi festival. Mereka dengan leluasa menikmati jalannya acara dengan menyantap karya- karya anak milenial Semarang. Penonton terlihat sangat antusias saat menyanyikan lagu-lagu yang dibawakan band band lokal, juga saat Serempet Gudal tampil.

"Kehadiran Dance modern dan Tari Tradisional juga ikut memeriahkan acara, pengunjung juga semakin malam semakin berdatangan dan ikut menikmati," pungkas Harini.(*)

Penulis: faisal affan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved