Di Salatiga, Penerimaan Pajak Tertinggi dari BPHTB

Dasar pengenaannya dari nilai perolehan objek pajak yang besaranya sekitar 5 persen.

Di Salatiga, Penerimaan Pajak Tertinggi dari BPHTB
Net
Ilustrasi Pajak

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -  Pemerintah Kota Salatiga melalui Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kota Salatiga mengumumkan perkembangan penerimaan pajak daerah yang diperoleh sejak Januari hingga Agustus 2018 lalu.

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala BKUD Kota Salatiga Siswo Hartanto menyampaikan, total pajak daerah atau realisasi yang diterima hingga Agustus 2018 lalu mencapai sekitar Rp 36,16 miliar.

“Tadi kami sampaikan sekaligus dalam kegiatan Undian Pajak Daerah Tahun 2018 di Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Jalan Pemuda Nomor 2 Kota Salatiga. Tadi juga dihadiri oleh Wali Kota Salatiga Yuliyanto,” ucap Siswo kepada Tribunjateng.com, Kamis (20/9/2018).

Baca: Rincian Formasi CPNS Kota Salatiga Belum Bisa Diakses Hingga Kamis Sore Ini

Dia mengutarakan, dari total realisasi penerimaan pajak daerah Kota Salatiga itu, terbesar atau terbanyak pada Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Di mana itu dasar pengenaannya dari nilai perolehan objek pajak yang besaranya sekitar 5 persen.

“Total Pajak BPHTB yang kami terima pada 2018 ini mencapai sekitar Rp 11,69 miliar. Posisi terbanyak kedua pada Pajak Penerangan Jalan sekitar Rp 9,93 miliar. Lalu, Pajak Hotel Rp 4,05 miliar, Pajak Restoran Rp 3,44 miliar,” bebernya.

Siswo melanjutkan, sedangkan hasil penerimaan pajak daerah yang di bawah Rp 1 miliar di antaranya Pajak Reklame Rp 884,06 juta, Pajak Hiburan Rp 474,70 juta, Pajak Air Tanah Rp 258 juta, Pajak Parkir Rp 139,86 juta, dan yang terkecil adalah Pajak Bumi dan Bangunan Rp 5,27 juta.

“Perlu kami informasikan juga, atas realisasi penerimaan pajak daerah tersebut, kami juga berikan penghargaan kepada 5 wajib pajak (WP) teladan sekaligus terbesar. Kelima itu adalah Laras Asri Resort and Spa, KFC, Grand Wahid Hotel, Warung Joglo Bu Rini, dan SG Parking,” terangnya.

Lalu, tambahnya, yang masuk ke dalam kategori WP Teladan Kota Salatiga ada sekitar 11 WP.

Di antaranya Singkong Keju D-9, Penitipan Kendaraan Pak Budi, Bebek Goreng Pak Slamet, Café Ole, Waroeng Spesial Serba Sambal, Inul Vista Family FTV, Griya Tetirah Hotel, Diamond Billiard, Hotel Mutiara, Pondok Keluarga Osamaliki, serta Pemondokan Ibu Triyani.

“Dari pajak daerah yang diterima tersebut, secara umum kembali untuk program atau kegiatan pembangunan serta pengembangan di Salatiga. Sebagai contoh infrastruktur jalan. Dapat dilihat dan rasakan sendiri, sekitar 98 persen jalan di Kota Salatiga terbebas atau tidak berlubang atau mulus,” tandas Wali Kota Salatiga Yuliyanto.

Dalam keterangan tertulisnya, dia menyampaikan terima kasih kepada para WP yang telah menjadi teladan, pelopor, saat membayar pajak dimana mereka secara langsung juga bersumbangsih kepada Kota Salatiga. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved