Dinas Perdagangan Kota Semarang Bongkar 20 Kios PKL Barito di Mlatiharjo

Dinas Perdagangan Kota Semarang kembali melakukan pembongkaran bangunan kios dan hunian yang berada di bantaran BKT

Dinas Perdagangan Kota Semarang Bongkar 20 Kios PKL Barito di Mlatiharjo
tribunjateng/m zainal arifin
Dinas Perdagangan Kota Semarang kembali melakukan pembongkaran bangunan kios dan hunian yang berada di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), Kamis (20/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang kembali melakukan pembongkaran bangunan kios dan hunian yang berada di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), Kamis (20/9/2018).

Kali ini, 20 bangunan kios di Barito Kelurahan Mlatiharjo diratakan menggunakan alat berat. Meski demikian, masih ada puluhan bangunan yang masih berdiri dan ditempati pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan.

''Pembongkaran masih terus berlanjut. Ada sebagian yang membongkar secara swadaya, ada yang meminta bantuan alat berat. Kami lakukan secara bertahap hingga batas akhir nanti. Pembongkaran diutamakan bagi kios-kios yang telah ditinggalkan atau dalam keadaan kosong,'' kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Fajar mengungkapkan, bangunan kios PKL Mlatiharjo tercatat berjumlah 132 bangunan yang dimiliki oleh 80 orang. Berdasarkan pendataan terakhir yang dilakukan, ada PKL yang memiliki kios lebih dari satu.

Jumlah itu nantinya dibagi atas 80 PKL akan menempati selter yang dibangun di sebelah utara pasar. Sementara itu, 52 PKL akan menempati tanah urukan di depan pasar atau sebelah barat.

"Seluruh bangunan batas akhir pembongkarannya 5 Oktober. Baik untuk pembongkaran secara swadaya maupun dengan bantuan dinas. Selanjutnya kegiatan boyongan PKL Mlatiharjo ke Pasar Barito Baru di Penggaron akan berlangsung pada 8 Oktober," ujarnya.

Selain PKL Barito di Mlatiharjo, saat ini juga masih ada ratusan PKL Barito di Kelurahan Bugangan, Rejosari dan Karangtempel. Fajar menargetkan seluruh bangunan sudah rata tanah atau dibongkar maksimal 17 Oktober mendatang.

Jeda waktu ini akan dipergunakan untuk menyiapkan lokasi pasar relokasi. Rencananya, PKL Mlatiharjo dipindahkan ke Pasar Barito Baru (eks Pasar Klitikan) di Penggaron. Sementara ratusan PKL di Bugangan, Rejosari dan Karangtempel dipindah ke pasar relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

"Khusus permintaan PKL Karangtempel yang minta jalan untuk dilakukan pengecoran, kami tidak bisa memenuhinya. Selain tidak ada anggaran untuk itu, juga kami samakan dengan PKL dari kelurahan lainnya yang mau secara swadaya membangun kiosnya," jelasnya.

Ketua Paguyuban Makmur Mandiri-Mlatiharjo, Akhmad Khadirin, menyatakan, PKL Mlatiharjo telah menyatakan kesediaannya direlokasi. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan surat pernyataan kesediaan direlokasi oleh PKL, melalui paguyuban pedagang.

Surat itu antara lain berisi pernyataan, pedagang bersedia direlokasi bila tempat pengganti telah dalam keadaan siap. Dinas diminta menyediakan surat penempatan izin dasaran bagi pedagang, serta sepakat jika pintu depan kios dibuat sesuai standar dari dinas.

''Kami bersedia dan menerima untuk direlokasi ke Pasar Barito Baru di Penggaron. Kami merasa penawaran telah sesuai, misalnya ukuran kios 3x4 meter. Selain itu, bangunan konstruksi bagus sehingga kemudian banyak pedagang yang bersedia pindah ke sana," katanya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved