HORE! Parkir Berlangganan di Kota Semarang Bakal Diterapkan Mulai 1 November, Benarkah?

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang berencana menerapkan sistem parkir berlangganan mulai 1 November 2018 mendatang.

HORE! Parkir Berlangganan di Kota Semarang Bakal Diterapkan Mulai 1 November, Benarkah?
tribunjateng/eka yulianti fajlin
Tingginya tarif parkir di kawasan wisata Lawang Sewu dikeluhkan oleh sejumlah pengunjung. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang berencana menerapkan sistem parkir berlangganan mulai 1 November 2018 mendatang.

Namun, oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, menilai penerapan sistem tersebut masih kurang persiapan sehingga diminta diundur pelaksanaannya.

Hal itu dilontarkanWakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, usai rapat koordinasi antar stakeholder terkait sistem parkir berlangganan di ruang rapat Serbaguna 2 DPRD Kota Semarang, Rabu (19/9).

Menurut Agung, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan Dishub terkait penerapan sistem tersebut. Di antaranya, terkait sosialisasi sistem parkir berlangganan yang masih minim sehingga banyak masyarakat belum mengetahui kebijakan tersebut.

"Kami melihat rendahnya sosialisasi yang dilakukan Dishub. Dari aspek sosialisasi ini harus dilakukan secara masif karena informasi ini harus menyeluruh kepada masyarakat. Untuk itu kami meminta penerapannya ditinjau ulang karena kami lihat belum siap," kata Agung.

Ia menyebutkan, Dishub Kota Semarang baru siap menjalankan sosialisasi sistem parkir berlangganan di 37 ruas jalan. Padahal penerapan parkir berlangganan nantinya di seluruh ruas jalan di Kota Semarang.

Ia khawatir kondisi tersebut akan memunculkan masalah kaitannya dengan pembayarannya.

Selain terkait sosialisasi, Agung juga meminta agar Dishub mempersiapkan payung hukum penerapan sistem parkir itu sehingga legalitasnya menjadi jelas. Termasuk juga, menyiapkan sarana dan prasarana agar pelaksanaannya dapat sesuai harapan.

Menurutnya, persiapan tersebut sangat penting dilakukan karena berkaca pada 30 daerah di Jawa Timur yang sudah menerapkan sistem parkir berlangganan, hingga kini masih ditemukan sejumlah masalah. Di antaranya masih ditemukannya pungutan liar (Pungli) oleh para juru parkir.

"Itu harus diantisipasi sejak dini, agar rencana program ini dapat berjalan sesuai harapan. Setelah diterapkan parkir berlangganan, jangan sampai ada lagi kebocoran dari sektor parkir akibat para juru parkir liar," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved