Sidak, Bupati Mirna Temukan Jalan Beton Retak Meski Belum Digunakan

Bupati Mirna temukan kondisi jalan yang baru saja dicor namun sudah retak atau pecah. Padahal jalan itu belum dilintasi kendaraan.

Sidak, Bupati Mirna Temukan Jalan Beton Retak Meski Belum Digunakan
tribunjateng/dhian adi putranto
Bupati Mirna temukan kondisi jalan yang baru saja dicor namun sudah retak atau pecah. Padahal jalan itu belum dilintasi kendaraan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL- Dalam sidak proyek betonisasi jalan di beberapa lokasi pada Kamis (20/9/2018), bupati Kendal Mirna Annisa menemukan fakta mengejutkan.

Bupati temukan kondisi jalan yang baru saja dicor namun sudah retak atau pecah. Padahal jalan itu belum dilintasi kendaraan. Jalan yang mengalami pecah yakni di jalan Rejosari-Turunrejo di desa Rejosari, Brangsong.

Bupati Mirna sidak beberapa proyek betonisasi jalan, Kamis 20 September 2018
Bupati Mirna sidak beberapa proyek betonisasi jalan, Kamis 20 September 2018 (TRIBUNJATENG/DHIAN ADI PUTRANTO)

Proyek pengecoran jalan itu dilakukan sepanjang 1,48 km dengan nilai kontrak mencapai Rp 2,8 miliar. Pengecoran itu terbagi menjadi dua bagian yakni pertama dengan panjang 970 meter dengan ketebalan 25cm dan bagian kedua dengan panjang 510 meter dengan ketebalan 20 cm. Dari data yang dihimpun tribunjateng.com, pengembang proyek itu adalah CV Rinron Berkah Abadi dari Kendal.

Melihat adanya retakan itu, Bupati Mirna meminta pengembang untuk membongkar beton yang mengalami retakan itu. Dirinya menilai beton yang mengalami pecah tidak sesuai standar sehingga dapat mengalami retak.

“Kami meminta pengembang untuk membongkar dan kemudian diganti beton yang pecah dengan cor yang baru," terangnya.

Mirna pun juga berharap masyarakat juga ikut serta mengawasi pelaksanaan pekerjaan proyek. Harapannya agar kualitas pembangunan sesuai dengan spesifikasi dalam kontraknya.

Di sisi lain pihaknya pun juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja para pengembang dalam melaksanakan proyek.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Sugiono menduga keretakan itu diakibatkan karena kesalahan teknik dalam melakukan Concrete Cutting atau pemotongan beton. Concrete Cutting adalah pemotongan beton sedalam 8cm atau jarak yang ditentukan untuk faktor keamanan apabila terjadinya retak pada beton.

"Kalau dilihat dari retaknya hal itu terjadi karena kesalahan saat dilakukan Cutting. Seharusnya saat dilakukan segera diganjal kayu yang tepat supaya tidak menimbulkan retak saat dilakukan proses cutting," jelasnya.

Direktur CV Rinron Berkah Abadi dari Kendal, Nasron mengatakan bahwa beton digunakan sudah sesuai dengan standar yang ditentukan pemkab Kendal. Ia mengatakan hal itu bisa terjadi karena cuaca maupun faktor pengeringan yang terlalu cepat sehingga saat dilakukan pemotongan bisa menimbulkan retak.

"Setiap lima meter pembuatan jalan beton, dilakukan pemotongan. Tujuannya agar menjadi pengarah retakan bila terjadi retakan agar tidak menyebar luas. Selanjutnya di dalam beton itu ada besi berukuran 35-36 mm agar jalan tetap aman dilintasi," terangnya.

Namun ia tidak mempermasalahkan apabila Pemkab meminta untuk dilakukan bongkar. Menurutnya hal itu sebagai bentuk tanggungjawabnya.

"Kami menunggu rekomendasi tim teknis Pemkab. Apabila meminta untuk dibongkar kami siap bongkar, kalau tim teknis rekomendasinya untuk dilakuan injek (suntik) dengan bahan beton lainnya kami akan melakukannya," jelasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved