Viral Video Polisi Pilih Tahan Motor Saat Penilangan, Ini Tanggapan Kasatlantas Polrestabes Semarang

Kini ia menyebut masih melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap anggota yang terekam dalam video tersebut

Viral Video Polisi Pilih Tahan Motor Saat Penilangan, Ini Tanggapan Kasatlantas Polrestabes Semarang
tribunjateng/akhtur gumilang
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Senin (13/11/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah video tentang penindakan pelanggaran lalulintas di wilayah Gajahmungkur, Semarang, ditonton ribuan kali oleh warganet dan mendapat banyak komentar.

Video yang diposting di akun media sosial Facebook bernama Edison Taf itu memperlihatkan seorang pelanggar yang beradu argumen dengan anggota kepolisian setelah dilakukan penilangan.

Digambarkan dalam video tersebut pengendara motor kedapatan belum membayar pajak tahunan STNKnya. Namun, pihak polisi menilang dan memilih menahan sepeda motor yang bersangkutan.

Sang pelanggar tidak terima motornya ditahan karena menurutnya bisa dilakukan penahanan SIM atau STNK saja. Merasa kecewa pelanggar kemudian memvideokan perdebatan dengan anggota polisi.

Menanggapi hal tersebut, Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menyebut ketika STNK belum disahkan, polisi memang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan tilang.

"Jadi memang pernah ada permasalahan serupa hingga gugatan di Demak yang kemudian pengadilan memenangkan Polri bahwa keterlambatan pembayaran pajak bisa ditilang. Hal itu berdasar pasal 288 ayat 1 juncto pasal 70 ayat 2 UU lalulintas nomor 22 tahun 2009," terang Ardi.

Dalam pasal tersebut diatur bahwa masa berlaku STNK adalah lima tahun dengan dilakukan pengesahan setiap tahunnya. Ardi menyebut pengesahan itu dilakukan saat pengemudi melakukan pembayaran pajak.

"Jadi ketika itu tidak disahkan, kami bisa melakukan penilangan. Meski demikian kami punya opsi untuk menilang STNK nya saja atau SIMnya saja itu ndak papa sebenarnya," tegas Ardi.

Kini ia menyebut masih melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap anggota yang terekam dalam video tersebut.

Halaman
12
Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved