Liputan Khusus

Apa Penyebab Gedung di Kota Semarang Tak Penuhi Standar Sistem Proteksi Kebakaran‎?

Ketua DPRD KOta Semarang, Supriyadi mengakui adanya keterbatasan peralatan serta sarana dan prasarana milik Damkar Kota Semarang.

Apa Penyebab Gedung di Kota Semarang Tak Penuhi Standar Sistem Proteksi Kebakaran‎?
Dok. Damkar Jepara
Ilustrasi 

Untuk gedung tinggi, menurut dia, para karyawan dan pihak manajemen harus bisa melokalisir dan menjinakkan api ketika si jago merah belum membesar.

"Salah satu caranya ya mereka harus mengadakan pelatihan secara rutin dan berkala, agar tak panik saat menghadapi kebakaran," ucap politis PDI Perjuangan itu.‎

Selain itu, dalam ketentuan Peraturan Daerah (Perda) No. 5/2009 tentang Bangunan Gedung dan Perda No. 2/1994 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran‎, sudah daitur mengenai sistem proteksi kebakaran gedung.

Menurut dia, pemilik dan pengelola gedung harus betul-betul memperhatikan hal itu. "Kan ada ketentuan mengenai hal itu. Jika pengelola gedung benar-benar memperhatikan dan mematuhi, potensi kebakaran di gedung tinggi dapat ditekan seminimal mungkin," tegasnya.

Selain memenuhi standar minimal sistem proteksi kebakaran gedung, Mas Pri mengungkapkan, pengelola juga harus rutin melakukan maintenance terhadap semua peralatan yang tercakup dalam sistem.

"Yaitu terkait dengan keberadaan hidran, sprinkler, alarm kebakaran, serta alat pemadam api ringan (APAR)," paparnya. (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved