Asosiasi Bawang Merah Desak Pemerintah Realisasikan Resi Gudang untuk Dongkrak Harga

Resi gudang dinilai dapat menstabilkan harga saat harga di tingkat petani jatuh seperti sekarang ini.

Asosiasi Bawang Merah Desak Pemerintah Realisasikan Resi Gudang untuk Dongkrak Harga
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Pembutik bawang merah di Pasar Sengon Tanjung 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,BREBES - Petani bawang merah di Brebes kecewa lantaran harga bawang di tingkat petani anjlok.

Padahal, belum lama ini, Menteri Pertanian dan Direktur Utama Bulog melakukan ekspor bawang merah ke sejumlah negara dari Brebes.

Tidak stabilnya harga beras yang mencapai Rp 8.000- 10.000 perkilogram, langsung menghancurkan optimisme petani bawang yang kala itu mendengar janji Menteri Pertanian yang akan membuat stabil harga bawang dengan berbagai upaya.

Karena itu, Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) kembali mendesak pemerintah untuk melakukan sistem resi gudang (SRG) bawang merah.

Resi gudang dinilai dapat menstabilkan harga di kala harga di tingkat petani jatuh seperti sekarang ini.

"Resi gudang ini merupakan program jangka panjang membantu petani bawang merah yang mengalami kerugian dengan hrga bawang yang turun," kata Ketua ABMI, Juwari, Senin (24/9/2018).

Baca: Harga Bawang di Petani Turun, Sunarto Pilih Simpan Bawang Merahnya

Para petani, kata dia, khawatir jika tidak ada upaya untuk mengatasi harga yang anjlok. Petani di Brebes akan mengalami kerugian.

Terlebih lagi, saat ini biaya pengeluarkan untuk masa panen di musim kemarau seperti ini dua kali lipat dibanding musim penghujan.

"Semoga pemerintah dapat merealisasikan sitem resi gudang. Sehingga, hasil panen petani bisa langsung diserap," terangnya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved