MAU TAHU? Ternyata Ini Akibat dari Perokok Pasif, Begini Penjelasannya

Ahmad Ulin, warga Sragen saat mengunjungi stan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada PPI di Sragen membuktikan dampak sebagai perokok pasif

Istimewa
Ulin, perokok pasif, saat melakukan tes perokok di stan Dinkes saat PPI, Sabtu (22/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Apakah hanya perokok aktif saja yang terkena dampak nikotin?

Ahmad Ulin, warga Sragen saat mengunjungi stan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada Pameran Produk Inovasi (PPI) di Sragen membuktikan dampak sebagai perokok pasif, Sabtu (22/9/2018).

"Saya tidak merokok, namun saya sering menghirup asap rokok dari teman-teman yang merokok," jelasnya.

Pria berusia 41 tahun ini melakukan cek smoker test yang dilakukan oleh Balkesmas Magelang.

Hasil yang didapat yakni menyebutkan jika Ulin adalah seorang perokok meski ia selama ini tidak merokok.

Dari keterangan bagian Promkes Dinkes Jateng, Siti Nurngaini S.KM, M.Kes, hal yang dialami Ulin merupakan dampak dari perokok pasif.

Untuk itu sangat penting memberikan pengertian kepada perokok terkait kesehatan bahwa asap rokoknya berdampak buruk terhadap orang lain yang ada di sekilingnya. Seperti, biasakan merokok di luar ruangan.

Tak menutup kemungkinan, para perokok aktif juga bisa memeperbaiki pola hidup dengan berhenti merokok.

Dari penelitian, ada 4000 zat beracun yang terkandung dalam asap rokok yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti kanker paru dan lainnya.

Meskipun perokok pasif tidak menutup kemungkinan bisa berdampak terkena penyakit yang disebabkan karena asap rokok.
Berikut tips untuk berhenti merokok:

1. Niat yang kuat.

2. Berhenti merokok seketika atau secara bertahap

3. Kenali waktu dan situasi di mana Anda sering merokok

4. Mintalah dukungan dari keluarga dan kerabat

5. Tahan keinginan anda dengan menunda

6. Berolahraga secara teratur

7. Berkonsultasilah dengan doktor

Fungsi tes smoker ini merupakan satu langkah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digencarkan oleh Dinkes Jateng pada PPI.
Ini merupakan bentuk edukasi untuk melakukan pola hidup sehat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved