Revitalisasi Pasar Klewer Solo Diambilalih Kementerian PUPR

Revitalisasi Pasar Klewer Solo tak jadi dibiayai oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

Revitalisasi Pasar Klewer Solo Diambilalih Kementerian PUPR
Tribun Jateng/Suharno
Pasar Klewer telah selesai dibangun pasca kebakaran yang menghanguskan pasar tersebut tahun 2014 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Revitalisasi Pasar Klewer Solo tak jadi dibiayai oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan, pembatalan disebabkan karena sisa waktu pelaksanaan tahap pertama yang mepet.

"Kemendag janji beri anggaran revitalisasi tahap satu Rp42 miliar. Tapi sampai sekarang daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) tugas pembantuan belum diterima Pemkot. Jadi tak mungkin proyek selesai sampai akhir tahun anggaran 2018," ujarnya, Senin (24/9/2018).

Menurut Rudy, karena tahun anggaran 2018 hanya menyisakan waktu tiga bulan maka Kemendag menarik kembali anggaran revitalisasi.

Meski begitu, dari informasi yang diterima Rudy, Kemendag telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupr) terkait revitalisasi Pasar Klewer Solo.

"Nantinya anggaran revitalisasi akan dikucurkan Kemen pupr," jelas Wali Kota Solo itu.

Menurutnya hal itu membuat proyek revitalisasi lebih terjamin. Rudy merinci, saat dibiayai Kemendag, dana proyek dikucurkan dalam dua tahap yakni 2018 dan 2019. Tetapi jika didanai Kemen PUPR maka revitalisasi dikucurkan dalam satu tahap.

"Lelang diselenggarakan November. Kami harap Januari atau Februari 2019 sudah mulai dibangun. Jadi bisa selesai September atau Oktober," ungkap Rudy.

Ia pun memprediksi, kebutuhan anggaran revitalisasi Pasar Klewer Solo mencapai Rp57 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan Solo Subagiyo menambahkan, Pemkot Solo sebenarnya telab menargetkan lelang revitalisasi Pasar Klewer dimulai Agustus ini.

Tapi hingga sekarang tender tak dapat digelar.

"Kami menyiapkan lelang, tinggal menunggu DIPA. Dengan perubahan ini, lelang belum bisa kami pastikan. Sebab proses revitalisasinya akan mengikuti proses yang berlaku di Kemenpupr," papar Subagiyo. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved