Breaking News:

Ternyata masih Ada Pedagang Ember Keliling Kampung dengan Cara Disunggi

Senin (24/9/2019) Tribunjateng.com melihat ada seorang pria berjualan ember dengan teriak-teriak keliling kampung.

tribunjateng/saiful masum
Senin (24/9/2019) Tribunjateng.com melihat ada seorang pria berjualan ember dengan teriak-teriak keliling kampung. 

Barang dagangan dia ambil bersama teman lainnya di Surabaya, yang kemudian dijualnya ke berbagai daerah di Jawa Tengah.

"Pokoknya bagaimanapun caranya, saya harus menghantarkan kedua anak saya sukses, baik sukses dalam pendidikan maupun dalam berkarya, jangan sampai mereka mengalami apa yang saya alami," kata Usman.

Usman jualan ember dan bak plastik.

Masing masing mempunyai ukuran yang berbeda, dan harganya menyesuaikan tipenya.

Untuk ember dari yang terkecil hingga terbesar dibandrol Rp 35 ribu hingga Rp 150 ribu.

Sedangkan jenis bak dibandrol Rp 65 ribu hingga Rp 85 ribu persatuannya.

"Umunya saya berangkat dari pukul 07.00 hingga 17.00, tidur berkumpul dengan teman lain di masjid masjid sekitar, kelurahan, dan tempat tempat umum lainnya yang bersedia kita tumpangi," ujar suami Ida tersebut.

Keuntungan yang didapatkan tidaklah menentu.

Ia mendapatkan keuntungan dari selisih harga toko dengan harga yang dijualnya.

Sedangkan toko tempat ia kulakan barang hanya memberi persenan Rp 1.000 per satuannya.

"Ya kalau dirata rata pernah mendapatkan Rp 500 ribu perbulan, pernah juga hingga Rp 2 juta, tergantung rizki dan daerah juga, sedangkan jumlah barang yang saya bawa perharinya antara 9 -15 yang semuanya disunggi ataupun digendong," pungkasnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved