Airport Corner

AIRPORT: Penumpang Citilink Komplain Koper Kakaknya Terbuka

Seorang penumpang Citilink resah adanya dugaan pembobolan tas di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

ISTIMEWA
BUKA TAS - Penumpang dan petugas Bandara periksa tas yang diduga dibobol saat membatalkan penerbangan Citilink rute Semarang-Surabaya Minggu (23/9) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Seorang penumpang Citilink resah adanya dugaan pembobolan tas di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Dugaan pembobolan diketahui saat penumpang membatalkan penerbangannya menggunakan Citilink rute Semarang-Surabaya karena mengalami gangguan, Minggu (23/9) malam.

"Kemarin itu saya bersama kakak naik pesawat Citilink rute Semarang-Surabaya nomer penerbangan QG 807 pukul 20.30. Pesawat itu ada kendala tidak bisa distarter (dihidupin) ," ujar satu di antara penumpang Citilink, yang namanya enggan disebutkan, Senin (24/9)

Dia mengatakan karena kurang percaya dengan pesawat tersebut akhirnya memutuskan untuk membatalkan penerbangannya. Saat akan turun dari pesawat dirinya sempat ditawari pramugari maskapai untuk ganti pesawat.

"Saya pikir dulu. Lima menit lagi pesawat distarter dan digas kayak sepeda motor tapi mati lagi. Itu terjadi sampai lima kali," ujarnya.

Kemudian, saat pintu pesawat dibuka, dirinya bersama penumpang lainnya sekitar 25 orang memutuskan keluar dari pesawat. Selanjutnya, dia mencari alternatif pesawat lainnya, namun tidak ada jadwalnya.

"Saya turun bagasi dicatat. Selang setengah jam koper datang aman. Namun koper kakak saya ini sarung, dan kunci koper dalam keadaan terbuka," terangnya.

Setelah mengetahui kondisi tas kakaknya, dia pun langsung melaporkan ke petugas Citilink. Namun apa yang didapat, dirinya malah dituduh memfitnah petugas atas kejadian tersebut.

"Saya takut kalau koper itu dimasukin narkoba. Malah saya dikatain ibu jangan syuudon. Terus penumpang lain membela saya. Penumpang itu bilang jangan menuduh mengatakan syuudon dulu seenak. Kalau tidak syuudon kenapa koper ini bisa terbuka," paparnya.

Akhirnya, kata dia, petugas tersebut meminta untuk menunggu petugas yang mengeluarkan koper dari pesawat. Dirinya pun harus menunggu lama untuk memproses aduannya.

" Saya tanya lagi pegawai itu. Kemudian saya jengkel bilang panggilkan polisi saja untuk membuka kopernya. Petugas keamanan pun itu bilangnya dari Surabaya. Padahal saya berangkat dari Semarang menuju Surabaya," keluhnya.

Dia meminta petugas keamanan Bandara untuk membuka rekaman CCTV. Namun petugas menyebut tidak ada CCTV.

Sementara itu, Station Manager Citilink, Slamet Kurnianto membenarkan pesawat Citilink Semarang-Surabaya itu mengalami kendala baterai yang disebut APU. Baterai pesawat itu tidak berfungsi normal.

"Untuk start engine (menghidupkan) pesawat menggunakan baterai. Karena tidak berfungsi normal, maka kami pakai baterai dari luar pesawat atau GPU (Ground Power Unit)," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved