AS Sodorkan Bukti: Wanita Rohingya Dibawa ke Ladang, Hutan hingga Jamban Lalu Diperkosa Ramai-ramai

20 perempuan etnis Rohinya dan membawa mereka ke ladang, hutan, rumah, sekolah, dan jamban, kemudian memerkosa mereka secara beramai-ramai.

AS Sodorkan Bukti: Wanita Rohingya Dibawa ke Ladang, Hutan hingga Jamban Lalu Diperkosa Ramai-ramai
ap
KAPAL PENGUNGSI - Sebuah perahu kayu yang mengangkut anak-anak pengungsi Rohingya yang ditahan di lepas pantai Pulau Langkawi tiba di dermaga Kuala Kedah, Malaysia bagian utara, Rabu (3/4). Kapal tersebut membawa lusinan warga Rohingya dari Myanmar. 

TRIBUNJATENG.COM, NEW YORK CITY -- Pemerintah Amerika Serikat pada Senin (24/9/2018) mengklaim telah menemukan bukti adanya kekerasan sistematis oleh militer Myanmar terhadap etnis warga Rohingya.

AFP mewartakan, Kementerian Luar Negeri AS merilis laporan tersebut kepada PBB. Kemenlu AS melakukan studi dengan mewawancarai 1.024 warga etnis Rohingya dewasa yang tinggal di pengungsian, di Bangladesh.

Wawancara digelar pada April lalu. Hasil penelitian tersebut konsisten dengan laporan dari kelompok hak asasi manusia.

Namun, sebagian menilai bukti yang disodorkan AS masih tidak memihak korban.

Laporan dari Kemenlu AS tidak menggunakan istilah genosida atau pembersihan etnis untuk menggambarkan pembunuhan massal terhadap Rohingya.

"Survei mengungkap ada kekerasan di negara bagian utara Rakhine secara ekstrem, berskala besar, meluas, dan tampaknya diarahkan untuk meneror penduduk dan mengusir warga Rohingya," demikian laporan dari Biro Intelijen dan Penelitian Kemenlu AS.

"Ruang lingkup dan skala operasi militer menunjukkan serangan yang terencana dan terkoordinasi dengan baik," tulis laporan itu.

Laporan tersebut juga memaparkan pelaku kekerasan menggunakan taktik sehingga korban semakin banyak, misalnya dengan mengunci warga di dalam rumah dan membakar mereka.

Taktik lain seperti memagari seluruh desa sebelum menembaki kerumunan warga, dan menenggelamkan perahu yang dipenuh ratusan penduduk yang berusaha kabur.

Laporan Kemenlu AS menyebut 82 persen pengungsi Rohingya menyaksikan langsung pembunuhan, dan 52 persen mengalami kekerasan seksual.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved