Gereja Golden Gate Community Church Gelar Ultahnya yang Ke 5

Untuk perayaan ulang tahun kali ini, G2CC mengusung tema "Fruitful" yang bermakna berbuah penuh.

Gereja Golden Gate Community Church Gelar Ultahnya yang Ke 5
Tribun Jateng/Hesty Imaniar
Perayaan Ulang Tahun di Gereja Graham Padma.   

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gereja Golden Gate Community Church (G2CC) Semarang, merayakan ulang tahunnya yang ke-5, yang selalu diperingati secara sederhana di gedung gereja, yang ada di Padma Boulevard Utara Komplek Perumahan Graha Padma, Semarang.

Untuk perayaan ulang tahun kali ini, G2CC mengusung tema "Fruitful" yang bermakna berbuah penuh.

Tema Fruitful diilhami dari tulisan salah satu murid Yesus Kristus, yang bernama Yohanes tentang pokok anggur dimana ranting menjadi tempat untuk berbuah, harus melekat dan bukan dekat semata.

Perumpamaan pokok anggur yang benar itulah, hampir sama dengan perkembangan Gereja G2CC yang semakin besar, sejak didirikan pada tahun 2013 yang hanya menempati sebuah ruko di Perumahan Graha Padma Semarang.

"Semangat Fruitful sengaja kami ambil di ultah tahun ini.

Fruitful yang diilhami dari Yohanes tentang pokok anggur yang benar adalah semangat G2CC yang semakin kuat berakar dan melekat pada Kristus, hingga menghasilkan buah anugerah yang terus mengalir bersama datangnya jemaat yang semakin bertambah," kata Senior Pastor G2CC Sonny Zaluchu, Selasa (25/9/2018).

Sonny yang kerap disapa dengan panggilan Abuna itu pun menambahkan, jika di G2CC dirinya dan pastoral, terfokus pada pelayanan firman yang sehat yakni, firman yang Alkitabiah.

"Kami di G2CC memang ketat soal firman. Yang kami bawa firman yang sehat, yang Alkitabiah. Karena apa, saat ini banyak yang terjun bebas menafsirkan firman semaunya sendiri dan membawa cap legitimasi penafsiran roh.

Bahaya kalau main tafsir sembarangan. Makanya saya selalu minta jemaat untuk bergaul setiap hari dengan Alkitab, tidak hanya dibaca tapi juga direnungkan dan diimplementasikan ke kehidupan bermasyarakat," tambahnya.

Acara yang diisi dengan puji-pujian dan tarian dari anak-anak Sekolah Minggu, Jemaat Pemuda hingga diakhiri dengan, tumpengan dan doa untuk kedamaian Kota Semarang serta bangsa Indonesia, khususnya menjelang Pileg dan Pilpres 2019.

"Kita ingin kota ini damai, bangsa dan negara ini aman dan selamat. Di masa Pemilu ini, kami bersama Jemaat selalu berdoa agar umat beragama tidak terpecah karena politik," jelasnya.(hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved