Musim Kemarau

Pintu Air Bendung Klambu Dibuka untuk Aliri Ribuan Hektar Sawah di Kudus

Untuk mengairi lahan seluas 5.600 hektare di Kecamatan Undaan Kudus, pintu air di Bendung Klambu Grobogan dibuka, Selasa

Pintu Air Bendung Klambu Dibuka untuk Aliri Ribuan Hektar Sawah di Kudus
TRIBUNJATENG/RIFQI GOZALI
Untuk mengairi lahan seluas 5.600 hektare di Kecamatan Undaan Kudus, pintu air di Bendung Klambu Grobogan dibuka, Selasa (25/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Untuk mengairi lahan seluas 5.600 hektare di Kecamatan Undaan Kudus, pintu air di Bendung Klambu Grobogan dibuka, Selasa (25/9/2018).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kudus Catur Sulistiyanto mengatakan, dirinya dan sejumlah rombongan dari perwakilan petani ikut mengawal pembukaan pintu air.

“Kami bisa langsung untuk memastikan pembukaan pintu air Bendung Klambu yang menuju ke wilayah Undaan Kabupaten Kudus. Ini sebagai upaya kita dalam melayani petani sehingga bisa segera melakukan tanam MT I (Musim Tanam I),” kata Catur Sulistiyanto.

Menurutnya, sesuai jadwal yang ditentukan pada pembukaan pintu air bendung klambu menuju Undaan Kudus yaitu hari Selasa (25/9/ 2018) pukul 05.30.

Bendung Klambu Grobogan menjadi sumber air PDAM Kota Semarang. Pada musim kemarau, air ini banyak diambil petani untuk irigasi sawah.
Bendung Klambu Grobogan menjadi sumber air PDAM Kota Semarang. Pada musim kemarau, air ini banyak diambil petani untuk irigasi sawah. (TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN)

“Menurut keterangan penjaga pusat pengaturan pintu bendung Klambu tadi, air akan sampai di pintu air Kalirejo (Babalan) menjelang malam. Kemudian akan dibagi dua, arah timur ke daerah Desa Kutuk sedangkan arah Utara menuju ke kawasan Desa Undaan Lor,” terangnya.

Hawi Sukamto, Koordinator Paguyuban Gapoktan Kecamatan Undaan, mewakili para petani di wilayah Undaan menyambut baik dibukanya pintu air di Bendung Klambu.

“Sekarang mayoritas lahan tanam sudah dilakukan pengolahan yaitu dibajak. Jadi begitu ada air irigasi, mereka bisa langsung melakukan aktifitas tanam,” ujar Hawi Sukamto.

Selain itu, Hawi berharap pada pemerintah pusat untuk melakukan normalisasi sungai Juwana dan Jeratun Seluna. Sehingga kondisi sungai menjadi dalam dan bisa menyimpan air guna persediaan irigasi ketika musim kemarau.

“Kabupaten Demak setiap tahun ada normalisasi sungai, kita harapkan di wilayah Kudus juga begitu. Sebab bisa mengurangi banjir dan ketika kemarau bisa menyimpan air untuk dipompa ke sawah ,” Katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved