Bupati Tamzil Akan Mengubah Trade Center Jadi Rumah Kreatif

Keberadaan gedung Trade Center di sebelah Terminal Induk Kudus akan dijadikan rumah kreatif.

TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Tamzil saat ke Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (30/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Keberadaan gedung Trade Center di sebelah Terminal Induk Kudus akan dijadikan rumah kreatif.

Gedung yang dibangun di akhir masa jabatan Musthofa sebagai Bupati Kudus itu sedianya akan dijadikan sebagai pusat untuk memasarkan produk UMKM Kudus.

“Trade Center yhang ada, kalau saya lebih baik dijadikan sebagai rumah kreatif. Untuk menampilkan kreasi dan inovasi yang ada di Kudus,” kata Tamzil setelah acara serah terima jabatan di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (26/9/2018).

Tamzil melanjutkan, selain sebagai pusat displai kreasi masyarakat Kudus, gedung yang memiliki luas 2.180 meter persegi itu direncanakan juga sebagai tempat promosi pariwisata. Dipilihnya tempat tersebut dinilai strategis, sebab letaknya di dekat pusat keramaian juga mudak dijangkau.

“Termasuk sebagai tempat (promosi) pariwisata. (Promosi) pariwisata masak tempatnya di kebun. Setidaknya kalau di situ, paling tidak yang masuk Kudus bisa langsung tahu,” katanya.

Trade Center sendiri saat ini pembangunannya belum selesai. Pagar seng masih mengelilingi gedung berlantai dua. Sedangkan di lantai dua, kaca penutup pun masih belum terpasang.

Meski begitu, kata Tamzil, rencana penyelesaian pembangunan gedung yang telah menghabiskan biaya sebesar Rp 12,46 miliar pada tahun 2017 itu tidak lagi menggunakan APBD. Melainkan menggunakan biaya Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.

“Kala bisa, (penyelesaian pembangunan) jangan dari APBD, minta CSR perusahaan,” kata Tamzil.

Dalam kesempatan yang sama, Tamzil juga akan menindaklanjuti janji kampanyenya perihal pelatihan wirausaha. Dalam waktu dekat, dia bakal mendidik 50 warga untuk dilatih wirausaha. Sedangkan untuk tahun depan direncanakan tetap berlanjut dengan jumlah warga yang dilatih lebih banyak.

“Tahun depan kita lanjutkan, bisa jadi 500 wirausaha. Misalnya pelatihan ada barista, gebyok, fotografi,” katanya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved