Desa Sukorejo; Musuk Masuk Nomine Lomba LBS Provinsi Jateng

"Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk yang telah mendapat predikat sebagai Pelaksana Terbaik Lomba LBS Tingkat Kabupaten Boyolali Tahun 2018,”

Istimewa
Desa Sukorejo, Musuk Masuk Nomine Lomba LBS Provinsi Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) bertujuan untuk mengapresiasi masyarakat yang telah melakukan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan menjaga kesehatan diri serta keluarga.

Dilaksanakannya Lomba LBS di tingkat desa hingga kabupaten, telah memberi manfaat yang besar untuk mendorong masyarakat Boyolali hidup bersih dan sehat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Totok Eko YP saat penerimaan tim penilai Pelaksanaan Terbaik LBS dalam rangka Kesatuan Gerak PKK KKBPK Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, yang berlokasi di Balai Desa Sukorejo; Kecamatan Musuk, pada Selasa (25/9).

“Terlebih untuk Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk yang telah mendapat predikat sebagai Pelaksana Terbaik Lomba LBS Tingkat Kabupaten Boyolali Tahun 2018,” ungkapnya.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Boyolali, Desy Adiwarni Said Hidayat memberikan apresiasi kepada TP PKK Desa Sukorejo yang telah berhasil keluar menjadi salah satu nominasi oleh tim penilai. Setelah Desa Sukorejo lolos seleksi pada administrasi berkat dukungan penuh dari masyarakat sekitar beserta instansi terkait.

“Dengan berbagai kendala yang dihadapi, Desa Sukorejo masih bisa dan diberikan kesempatan menjadi nominator Pelaksana Terbaik LBS bersama dengan nominator lainnya,” ungkap Desy.

Lolosnya administrasi Desa Sukorame tersebut, menjadikan Desa Sukorejo masuk ke dalam salah satu nominasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sehingga Tim penilai yang diketuai oleh Eli Sugardini berkesempatan melihat langsung keadaan Desa Sukorejo yang saat ini kondisinya telah jauh berbeda dengan sebelumnya, apakah sesuai dengan yang telah dilaporkan.

“Disamping akan memberikan dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa, sehingga dapat menjadi percontohan desa berhidup sehat bagi daerah lain,” ujar Eli.

Pembangunan berwawasan kesehatan pada hakikatnya merupakan dilaksanakan oleh semua pihak yang bertujuan untuk membangunkan kesadaran dan kemauan hidup sehat, peningkatan derajat kesehatan yang setinggi tingginya.

Terdapat beberapa indikator penilaian dalam tinjauan lokasi tersebut, antara lain penilian mengenai jumlah keluarga yang sudah menggunakan jamban sehat, penggunaan air bersih dalam kehidupan sehari hari, pembuangan sampah yang benar, cara pemberantasan sarang nyamuk, dan cara menjaga kesehatan yang lainnya. Sehingga tim penilai berkeliling menuju lokasi lokasi untuk memastikan, seperti melihat secara langsung jamban yang dimilikimasyarakat, hingga mengetahui secara langsung bank sampah di lingkungan masyarakat. (*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved