Gerebek Oknum Kades Diduga Selingkuh, Warga di Pati Ini Malah Dilaporkan Polisi

Selanjutnya, pihak Polsek Dukuhseti Pati, membawa oknum kepala desa beserta perempuan tersebut, melimpahkan ke Polres Pati.

Gerebek Oknum Kades Diduga Selingkuh, Warga di Pati Ini Malah Dilaporkan Polisi
Istimewa
Sejumlah warga seusai diperiksa oleh pihak kepolisian, didampingi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Tengah, Taufik Hidayat (tiga dari kiri), Rabu (26/9/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Sejumlah warga di Dukuh Ngrancang Desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, dilaporkan ke polisi oleh seorang oknum kepala desa atas dugaan penculikan, perampasan dengan ancaman kekerasan atau penghinaan.

Dari keterangan pers yang diterima dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Jawa Tengah, Taufik Hidayat, yang mendampingi para warga atas kasus tersebut, Rabu (26/9/2018), peristiwa itu bermula pada Senin (16/7/ 2018) lalu.

Saat itu, lanjutnya, ketiga warga yakni Tukimin, Sudarto dan Suyatno warga Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, memergoki oknum kades yang diduga melakukan perselingkuhan dengan seorang wanita.

Oknum kades itu masih memiliki istri, sedangkan perempuan tersebut masih memiliki suami.

Tukimin, Sudarto dan Suyatno bersama ratusan warga lainnya, kemudian membawa oknum kades tersebut ke kantor kelurahan desa setempat.

Sesampainya di kantor kelurahan, seperti yang terlihat pada video yang direkam oleh warga dan telah beredar luas, kata Taufik, massa semakin banyak datang ke Kantor Desa Wedusan.

“Dan akhirnya demi menyelamatkan Kepala Desa Wedusan Ali Mastur, warga menghubungi polisi dan membawa kepala desa dan perempuannya ke Polsek Dukuhseti Pati,” kata Taufik.

Selanjutnya, pihak Polsek Dukuhseti Pati, melimpahkan kasus ini ke Polres Pati. Termasuk membawa oknum kepala desa beserta perempuan tersebut,.

“Akan tetapi selang beberapa saat warga malah di laporkan oleh oknum Kades itu ke Polres Pati dengan laporan penculikan, perampasan dengan ancaman kekerasan atau penghinaan,” ungkapnya.

Taufik menilai, laporan oknum kades tersebut ke warga tidak mendasar. Sebab, tidak ada satupun yang melakukan kekerasan atau penculikan terhadap oknum Kades ini.

“Yang ada warga malah mengamankan dia ke kantor desa. Karena semakin banyaknya warga yang berdatangan ke lokasi penangkapan,” tegasnya.

“Jadi, perkara ini bisa dikatakan membalikan fakta dan kriminalisasi warga. Wong, warga menyelamatkan oknum kades dari amukan warga, malah di laporkan polisi,” tandas Taufik.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pati, AKP Yusi Andi Sukmana saat dihubungi melalui telepon selulernya, belum dapat memberikan konfirmasi. Namun akan segera memberikan penjelasan.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved