Musim Kemarau

Jumlah Desa di Kabupaten Pati yang Mengalami Krisis Air Bersih Bertambah

Musim kemarau tahun 2018 ini terasa lebih panjang mengakibatkan beberapa desa di Kabupaten Pati kesulitan mendapatkan air bersih.

Jumlah Desa di Kabupaten Pati yang Mengalami Krisis Air Bersih Bertambah
TRIBUNJATENG/LITA
Kepala BPBD Kabupaten Pati, Sanusi SY 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Lita Febriani

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Musim kemarau tahun 2018 ini terasa lebih panjang mengakibatkan beberapa desa di Kabupaten Pati kesulitan mendapatkan air bersih.

Jumlah desa yang mengalami kekeringan tercatat 95 daerah, meningkat dibandingkan tahun lalu yaitu 93 desa.

Pemerintah Daerah Kabupaten Pati dibantu oleh beberapa pihak sudah salurkan bantuan air bersih ke 95 lokasi tersebut

"Di Pati ada 10 kecamatan di bagian selatan ada 95 desa dan kami sudah droping 567 tangki air. Tahun lalu 93 desa ini tambah dua desa. Ini sudah ada bantuan BWS di daerah Kepadangan, sumur dan sudah bisa dipakai. Di Pasuruan kecamatan Kayun juga ada bantuan, penampungan air dan ada tiga titik sumur dari Baznas," terang Sanusi SY Kepala BPBD Pati, Rabu (26/9/2018).

Sanusi juga menerangkan, tak hanya Pati saja yang alami kekeringan dampak dari musim panas yang cukup panjang di Jawa Tengah.

"Ada 21 kabupaten di Jawa Tengah termasuk Pati, Blora, Rembang, Kudus, Jepara, Demak dan sampai 21 kabupaten yang mengalami kekurangan air," tambah Kepala BPBD Kabupaten Pati, Sanusi SY usai acara Penyerahan Bantuan Air bersih dan KIS Kabupaten Pati di Halaman Kantor Setda Pati.

Diprediksi hujan akan mulai datang pada awal Oktober 2018 nanti dan hingga akhir bulan ini dipastikan cuaca masih akan panas.

"Jadi mungkin awal bulan Oktober Insyaallah ada turun hujan. Itu perkiraan dari BMKG. September ini diperkirakan tak ada hujan," tutup Sanusi SY pada Tribunjateng.com. (*)

Penulis: Lita Febriani
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved