Sedih Insiden Suporter Tewas, Gelandang PSIS M Wahyu : Sepak Bola Harusnya Jadi Pemersatu

Atas kejadian ini, membuat PSSI memberhentikan sementara kompetisi Liga 1, hingga batas yang tak ditentukan

Sedih Insiden Suporter Tewas, Gelandang PSIS M Wahyu : Sepak Bola Harusnya Jadi Pemersatu
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SAPUTRA
Eks Kapten Persis Solo M Wahyu kini berseragam PSIS Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gelandang PSIS Semarang, M. Widya Wahyu Fitrianto turut prihatin atas insiden naas yang mengakibatkan suporter Persija, Haringga Sirla tewas karena dikeroyok oknum suporter saat hendak menyaksikan tim kesayangannya, Persija melawan Persib Bandung, Minggu (23/9) lalu.

Atas kejadian ini, membuat PSSI memberhentikan sementara kompetisi Liga 1, hingga batas yang tak ditentukan.

Situasi ini disebut Wahyu, justru merugikan seluruh tim peserta kompetisi. Khususnya Liga 1.

"Menurut saya setelah kejadian bgini merugikan semua pihak dan tim. Terutama kompetisi kita yang lagi berjalan ini. Habis terjadinya ini kompetisi rencana mau di istirahatkan dulu," kata Wahyu, Rabu (26/9).

Ia menyebut, seharusnya sepakbola dijadikan sebagai ajang pemersatu. Namun kenyataannya, beberapa oknum justru melakukan tindakan yang berlebihan. Sampai berujung pada pembunuhan.

"Karena sepak bola itu hiburan masyarakat, bukan malah saling membunuh," tegasnya.

Eks kapten Persis Solo ini menilai dihentikannya kompetisi untuk sementar waktu juga turut mempengaruhi kondisi internal klub lain yang tidak ada kaitanya dengan insiden tersebut.

"Jelas berpengaruh dengan program-program tim. Harus diatur ulang lagi karena ada masalah ini. Kalau ke pemain, mungkin dari sisi psikologis pemain itu beda-beda," ungkap Wahyu.

Wahyu berharap, tragedi yang menimpa Haringga bisa menjadi pembelajaran untuk semua pihak yang terlibat dalam kompetisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Utamanya kepada para suporter.

"Ya mungkin untuk semua suporter di Indonesia harus mengerti keadaan ini. Kompetisi harus mandek dulu Semoga juga kasus ini menjadi yang terakhir. Berharapnya begitu," tandasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved