Taj Yasin Berharap Pesantren Menjadi Lebih Mandiri

Kucuran dana yang diberikan kepada masing-masing pondok pesantren nantinya akan berbeda satu sama lain

Taj Yasin Berharap Pesantren Menjadi Lebih Mandiri
Tribunjateng.com/Hermawan Endra
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri seminar "Membangun Ekonomi Ummat berbasis Sociopreneur Pondok Pesantren”, di Sunan Gunung Jati Ba’alawy (SGJB) Semarang, Rabu (26/9). 

Laporan wartawan Tribun Jateng Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal mendorong ekonomi pesantren. Hal ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan pemerintah pusat lewat program pemberdayaan ekonomi umat berbasis pondok pesantren.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, sepanjang tahun ini pihaknya akan melakukan pendataan seraya menunggu ketuk palu APBD. Rencananya 2019 program ini baru akan mulai dijalankan.

Tahap pertama nanti adalah melakukan pendampingan, pelatihan serta melihat potensi masing-masing pondok pesantren. Sehingga dengan begitu diharapkan program ini berjalan tidak sia-sia dan mampu menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar pondok.

Kucuran dana yang diberikan kepada masing-masing pondok pesantren nantinya akan berbeda satu sama lain. Disesuaikan dengan karakteristiknya, ada yang ke arah agrobisnis, peternakan dan lain sebagainya.

Taj Yasin Maimoen menargetkan selama lima tahun nanti akan ada 500 pondok pesantren yang dikembangkan. Harapannya mereka bisa menjadi pondok pesantren yang mandiri dan bisa membantu masyarakat sekitar dalam segi ekonomi.

"Kami akan kerjasamakan juga dengan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis pondok pesantren dari pemerintah pusat," kata Taj Yasin Maimoen saat menghadiri seminar "Membangun Ekonomi Ummat berbasis Sociopreneur Pondok Pesantren”, di Sunan Gunung Jati Ba’alawy (SGJB) Semarang, Rabu (26/9).

Acara tersebut sekaligus diisi pameran bazaar dalam rangka pengenalan produk ekonomi kerakyatan yang sudah berjalan, bagi para ulama, santri, jamaah muridin, dan masyarakat. Merupakan kerjasama Antara SGJB Center dengan PT Astra Internasional dan dan PP RMI (PBNU).

Manager CSR PT Astra Internasional, Anggah Gumelar menambahkan, pondok pesantren Sunan Gunung Jati Ba’alawy (SGJB) Semarang merupakan satu dari 10 pondok pesantren yang dibina oleh PT Astra Internasional, lewat program Kampung Berseri Astra (KBA) Sociopreneur Pesantren.

Program ini merupakan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang meliputi pendampingan, pelatihan,penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, fasilitasi akses pasar dan akses modal.

Halaman
12
Penulis: hermawan Endra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved