Blak-blakan Hadir di Kejati Jateng, Bupati Mirna: Saya Berkoordinasi dengan Aspidsus

Bupati Kendal Mirna Annisa mengaku bahwa dirinya memang hadir pada Rabu (26/9) di Kantor Kejati Jateng.

Blak-blakan Hadir di Kejati Jateng, Bupati Mirna: Saya Berkoordinasi dengan Aspidsus
tribunjateng/dok
Bupati Kendal Mirna Annisa 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal Mirna Annisa mengaku bahwa dirinya memang hadir pada Rabu (26/9) di Kantor Kejati Jateng.

Namun kehadirannya yakni memenuhi undangan untuk melakukan koordinasi dengan Aspidsus terkait kasus dugaan korupsi pengadaan majalah dinding atau mading elektronik dengan nilai proyek Rp 5,8 Miliar.

Dirinya mengatakan bahwa hadir di Kejati bertemu dengan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) untuk berkoordinasi..

Bukan untuk dilakukan pemeriksaan terkait kasus yang menyeret dua tersangka itu.

"Saya hanya ngobrol dengan Aspidsus. Karena saya selaku kepala daerah yang membawahi banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jadi hal wajar jika saya dimintai keterangan terkait ada PNS yang melanggar hukum. Dalam pertemuan itu tidak lebih dari dua jam kemudian saya dikenalkan dengan pegawai di sana," jelasnya, Kamis (27/9)

Ia pun membantah bahwa dirinya menghindar dari awak media untuk diwawancarai.

Bahkan dirinya hadir di Kejati Jateng yakni dirinya menjumpai sekelompok orang yang telah hadir di kantor Kejati sedari pagi. Namun dirinya tidak tahu bahwa dirinya dinanti oleh para wartawan.

Menurutnya ia pun mendukung langkah Kejaksaan untuk mengusut tuntas proyek-proyek yang dinilai rentan terhadap kasus korupsi. Tak hanya pada proyek mading saja.

"Dengan ini kejakasaan juga akan membantu dan membimbing pembangunan di kabupaten Kendal menjadi baik. Itu yang kami bahas waktu di Kejati," jelasnya.

Ia pun berharap kasus ini menjadi peringatan bagi semua OPD dan PNS di kabupaten Kendal agar tidak bermain-main dengan proyek maupun memanipulasi proyek.

Dan ia menghimbau masyarakat untuk terus mengawasi proyek-proyek yang sedang dilangsungkan maupun sudah dilakukan.

"Jangan sampai anggaran yang dikeluarkan menjadi sia-sia dan tidak menunjukkan hasil," pungkasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved