Dubes Arab Saudi Angkat Bicara perihal Kabar Pencekalan Rizieq Shihab

Shuhaibi mengatakan, apa yang dilakukan otoritas Arab Saudi semata-mata untuk melindungi Rizieq.

Editor: iswidodo
Twitter @fadlizon
Fadli Zon mengunjungi Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi, Senin (21/8/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama al-Shuaibi, angkat bicara mengenai kabar pencegahan pemimpin Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, yang hendak bepergian dari Arab Saudi ke Malaysia. Shuhaibi mengatakan, apa yang dilakukan otoritas Arab Saudi semata-mata untuk melindungi Rizieq.

"Jadi Pemerintah Arab Saudi cukup menjaga keselamatan Habib Rizieq. Jadi kalau ada sesuatu yang membuat ketidaknyamanan atau sesuatu yang kurang baik kepada Habib Rizieq mungkin Arab Saudi lebih menjaga atau melindungi saja," jawab Shuaibi di Bogor, Rabu (26/9), melalui penerjemah resmi kedutaan.

Shuaibi mengatakan, Rizieq berada di Arab Saudi dengan proses yang didapatkan secara resmi. Sama sekali tidak ada persoalan dengan keberadaan Rizieq di Saudi.
"Sampai saat ini Habib Rizieq ada dalam kondisi sehat. Dan Pemerintah Arab Saudi melindungi dan menjaga Habib Rizieq," tutur Shuaibi.

Sebelumnya, Selasa (25/8) lalu, FPI dan Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama menemui Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, untuk berkonsultasi. Konsultasi itu membahas intimidasi yang dituding dilakukan petugas Imigrasi Arab Saudi terhadap Habib Rizieq Syihab.

Tim Advokasi GNPF-Ulama, Nasrulloh Nasution, menjelaskan apa yang mereka yakini sebagai diskriminasi, ketika Rizieq hendak mengurus visa untuk terbang ke Malaysia guna menyelesaikan disertasinya, setelah Juli 2018. Ketika itu, kata Nasrulloh, Rizieq dilarang pergi ke Malaysia tanpa alasan yang jelas.

"Habib Rizieq ke Malaysia hendak menemui promotor doktoral guna menyelesaikan disertasinya. Perlakuan ini saya kira sebagai bentuk pencekalan dan diskriminasi yang harusnya tidak terjadi," kata Nasrulloh, setelah bertemu dengan Fadli Zon di gedung DPR, Jakarta.

Dia mengatakan, Rizieq gerak‑gerik Rizieq di Arab Saudi kini terus dipantau, terutama setelah bertemu dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, dan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Nasrullah curiga, ada pihak‑pihak di Indonesia yang menyebabkan Rizieq mendapatkan perlakuan diskriminatif di Arab Saudi. Oleh karena itu ia mengadukan hal tersebut kepada pimpinan DPR untuk menindak lanjutinya.

Gerak‑gerik Rizieq yang terus dipantau dan diutarakan oleh Nasrullah dibenarkan oleh Pengacara Imam Besar FPI tersebut, Sugito Atmo Pawiro. Sugito menjelaskan selama berada di Arab Saudi kliennya tersebut mendadak gerak‑geriknya dihambat. "(Untuk ceramah) ada hambatan, gerak gerik dipantau seperti tahanan rumah, tahanan kota,"ujar Sugito.

Fadli Zon mengatakan, akan menindaklanjuti aduan tersebut. Menurutnya bila aduan mengenai perlakuan terhadap Rizieq tersebut benar, maka terdapat pelanggaran konstitusi.

"Oleh karena itu nanti berdasarkan surat ini dan laporan ini yang cukup panjang kronologis disertai juga dengan bukti‑bukti audio dan juga video nanti akan kami pelajari. Kita akan terus kan kepada instansi instansi yang terkait dengan hal ini yaitu akan kami kirimkan surat kepada kemenlu Kapolri kepala BIN untuk mempertanyakan ini, apa yang sesungguhnya terjadi. Benarkah Ada dugaan bahwa ini merupakan pesanan dari dalam negeri kepada instansi tertentu di Arab Saudi supaya tidak memperbolehkan Habib Rizieq kembali ke Tanah Air?" ujar Fadli.(Tribunjateng/Tribun Network/fik/wly)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved