Polrestabes Semarang Perbanyak Kerahkan Polwan saat Kawal Unjuk Rasa HMI di DPRD Jateng

Hal itu dilakukan untuk memberikan suasana humanis sehingga aksi juga berjalan tertib dan damai.

Polrestabes Semarang Perbanyak Kerahkan Polwan saat Kawal Unjuk Rasa HMI di DPRD Jateng
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Semarang menggelar aksi di DPRD Jateng, Jumat (28/9). Dalam aksinya mereka menuntut perubahan kondisi negara diantaranya , stabilkan nilai tukar rupiah, hentikan rezimisasi media dan hentikan import beras. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang mengawal kegiatan aksi unjuk rasa oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Semarang di halaman depan DPRD Provinsi Jateng.

Dalam pengamanan itu, Kabag Ops Polrestabes Semarang mengedepankan para polwan sebagai garda terdepan menyambut peserta aksi.

Hal itu dilakukan untuk memberikan suasana humanis sehingga aksi juga berjalan tertib dan damai.

"Kami amankan aksi agar kegiatan berjalan tertib lancar ketika adik-adik kita ingin bertemu, audiensi dengan pemerintah daerah kita akan fasilitasi namun kami imbau agar mereka menaati prosedur yang berlaku," terang Kabag Ops Polrestabes Semarang, AKBP Iga DP Nugraha, Jumat (28/9/2018).

Baca: Pengurus HMI Cabang Semarang Periode 2018-2019 Dilantik di Balaikota

Dalam pengamanan itu ia menyebut memang memperbanyak personil Polwan yang datang mengamankan.

Meski demikian teknis pengamanan utama juga tidak luput diterapkan.

"Teknis yang lain juga kami perbantukan, mulai dari dalmas awal, dalmas lanjutan, hingga penggunaan kekuatan brimob sebagai antisipasi kegiatan anarkis yang merugikan masyarakat," bebernya.

Meski demikian satuan tersebut hanya bersifat backup.

Garda terdepan adalah polwan dengan misi utama mengedepankan upaya preemtif dan preventif.

"Jadi untuk aksi-aksi yang lain kami imbau tidak perlu mereka membuat kegiatan tambahan yang merugikan seperti mendobrak pagar, membakar ban dan yang lainnya yang menjurus rusuh, karena kami akan fasilitasi, kalau ingin bertemu wakil rakyat," tegasnya.

Iga mengungkap, pihaknya memang selalu mewaspadai ketika menyampaikan aspirasi, lalu muncul agenda yang dikemas sehingga menyebabkan kerusuhan.

"Nggak perlu seperti itu, kami kawal, asal tertib, dan yang penting kan tujuan adik-adik kita ini tercapai," pungkasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved