Sudjiwo Tejo Jadikan Seni Musik Sebagai Alat Sampaikan Materi Jurnalisme Kebudayaan

Sudjiwo mengisahkan perjalanan singkat manusia. Sebelum masuk ke materi tentang lebih dalam.

Sudjiwo Tejo Jadikan Seni Musik Sebagai Alat Sampaikan Materi Jurnalisme Kebudayaan
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Performa Sudjiwo Tejo bersama Medistra Symphonic Choir di Gedung Soedarto Undip pada acara Jurnalisme Kebudayaan, Minggu (30/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - "Persatuan dari dulu ada. Kenapa homo sapiens lebih unggul dibandingkan makhluk hidup lain?" tutur Sudjiwo Tejo saat membuka penjelasan mengenai jurnalisme kebudayaan di Gedung Soedarto Undip, Minggu (30/9/2018).

Sudjiwo mengisahkan perjalanan singkat manusia. Sebelum masuk ke materi tentang lebih dalam.

Mantan wartawan Kompas ini menjelaskan tentang dasar kehidupan terlebih dahulu.

"Kalau kalian putus cinta, kono deloken laut (sana lihatlah laut). Jangan melakukan hal-hal negatif. Di sana kamu bisa melihat masalahmu hanya seupil," jelasnya.

Sontak seluruh peserta Seminar Nasional Jurnalisme Keberagaman tertawa.

Adanya perbedaan di Indonesia merupakan hal kuat persatuan.

Hal tersebut diungkapkan pria kelahiran Jember 56 tahun silam ini.

"Pie dadine nek (bagaimana jadinya) jika seluruh Indonesia itu psikolog semua. Itulah cermin keberagaman dalam persatuan," jelasnya.

Baca: Pasca Gempa dan Tsunami, Ratusan Narapidana Bakar Rutan Donggala Untuk Bertemu Keluarga

Acara sangat meriah, manakala pada penyampaian materi, Sudjiwo Tejo menggambarkan nilai manusia itu sendiri melalui lagu Ingsun.

Halaman
12
Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved