Tim Jateng Sabet Tiga Medali Emas Kejurnas Muaythay Antar Pelajar

"Target saya atlit saya mendapat tiga medali emas. Kejuaran ini pas target," ujarnya.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: suharno
Tim bela diri Muaythai Jateng 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Tim bela diri Muaythai Jateng mendapat urutan keempat pada Kejuaran Nasional Muaythai antar pelajar di Gelanggang Olah Raga (GOR) Satria, Serang Banten, Minggu (30/9/2018).

Tim Jateng memperoleh tiga medali emas yang diraih Maulana Saddam Rauf sasana Pertarung Perkasa Kota Semarang, Caren Janice Insoraki Yirangga sasana Rambo 4294 Kota Semarang, dan Al Farrel Ahmad Nur Hakim sasana Sambo Kabupaten Magelang.

Selain itu, tim Jateng juga mendapat empat medali perunggu yang diraih M Iqbal Maulan Sasana Lindu Aji Kabupaten Demak, Bhima Unggul Ardianto sasana Lindu Aji Kabupaten Grobogan, Muhammad Ilham Mahendera sasana Rambo 4294 Kota Semarang, dan Nuravi
Kemudian satu medali perunggu diraih Syarinal Azhar Harahap sasana Sky Kota Pekalongan.

Ketua Harian Pengurus Daerah Muaythai Jawa Tengah, Gunawan Wijaya mengatakan laporan tim Manager, tim Muaythay Jawa Tengah selesih satu medali dengan juara umum tiga.

Baca: Ikuti Kejurnas di Banten, Delapan Altet Muaythai Jawa Tengah Incar Juara Umum

Dirinya merasa perlu adanya peningkatan teknik dan fisik untuk para atlitnya.

"Target saya atlit saya mendapat tiga medali emas. Kejuaran ini pas target," ujarnya.

Menurutnya, atlet yang dikirim berlaga tersebut merupakan peraih juara di kompetisi Muaythay tingkat Jawa Tengah.

Pihaknya meningkatkan adanya peningkatan atlit di kejuaraan berikutnya.

"Nanto Porprov Muaythay di Solo. Nanti hasil itu akan saya bawa ke liuga nasional untuk prapon, dan PON 2020. Sea Games berikutnya ada Muaythay semoga Jateng menjadi wakil," jelasnya.

Dikatakannya, lawan terberat tim Jateng pada kerjurnas antar pelajar adalah Jawa Timur, dan Jawa Barat. Kedua tim tersebut memilik kemampuan yang merata.

"Kami hampir merata. Tapi ada yang fisiknya siap, ada juga juga yang tidak," tuturnya.

Ia menuturkan kedepannya para atlitnya tersebut akan tercentralisasi sebelum mengikuti kejuaraan. Hal ini bertujuan untuk memantau keahliannya dimasing-masing atlitnya.

"Biasanya sendiri-sendiri latihannya. Nanti kami akan kumpulkan sebelum menghadapi kejuaraan," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved