Akan Dibangun Exit Tol di Ngaliyan Semarang, Pembebasan Lahan Tambah 385 Bidang

Hadi menyatakan, pembebasan lahan dan pembongkaran bangunan ditargetkan selesai pada akhir Oktober ini

Akan Dibangun Exit Tol di Ngaliyan Semarang, Pembebasan Lahan Tambah 385 Bidang
Tribunjateng.com/Dhian Adi Putranto
Pemudik melintasi exit tol di desa Sumberejo Kaliwungu untuk kembali masuk ke tol Semarang-Batang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang hingga kini belum selesai. Saat ini, Panitia Pembebasan Tanah (P2T) mengejar pembebasan tambahan lahan untuk pembuatan pintu keluar (exit) tol di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang.

Humas PT Waskita Karya untuk seksi 5 Tol Semarang-Batang, Sutarji menyebutkan, ada tambahan lahan sebanyak 385 bidang yang harus dibebaskan dalam pembuatan exit tol di Ngaliyan. Lahan tersebut terletak tersebar di lima Kelurahan yaitu Kelurahan Kembangarum, Purwoyoso, Ngaliyan, Tambakaji dan Gondoriyo.

"Saat ini untuk Panlok (penetapan lokasi) baru sudah tahapan identifikasi. Total tambahan ada 385 bidang lahan untuk pembuatan exit tol Ngaliyan," kata Sutarji kepada Tribun Jateng, Senin (1/10/2018).

Ia menerangkan, proses pembebasan lahan tambahan ini sudah disosialisakan kepada warga terdampak sejak Mei 2018 lalu. Hingga saat ini, tahapan baru sebatas identifikasi kebutuhan lahan saja. Sementara untuk nilai apraisal ganti rugi lahan masih dalam proses.

"Tentunya nilai ganti rugi lahan tambahan ini berbeda dari pembebasan sebelumnya. Rencananya, Rabu (3/10/2018) besok pengumuman hasil apraisal untuk Kelurahan Kembangarum dan Kamis (4/10/2018) pengumuman apraisal untuk Kelurahan Purwoyoso," jelasnya.

Menurutnya, warga banyak yang meminta agar lahannya segera dibayarkan. Alasannya, nilai ganti rugi yang begitu fantastis membuat warga ingin segera menerima uang ganti rugi. Hal itu setelah warga mendapat informasi pengalaman dari warga yang terdampak pembangunan jalan utama tol Semarang-Batang, yang dibebaskan sebelumnya.

"Kendala tidak ada. Justru warga minta segera dipindah dan dibayar. Alasannya karena dapat nilai ganti rugi yang besar itu. Bisa dikatakan ganti untung lah," ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya tambahan pekerjaan baru ini, maka menambah waktu penyelesaian pembangunan tol Semarang-Batang. Hanya saja, tambahan waktu ini dihitung terpisah dari waktu penyelesaian pembangunan jalan tol.

Manajer Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang (JSB), Hadi Susanto menegaskan, meski ada tambahan pembebasan lahan dan pekerjaan untuk exit tol Ngaliyan, peresmian tetap akan dilaksanakan akhir 2018 ini.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved