Ketika Polisi Kebumen Gunakan Bahasa Isyarat untuk Layani Penyandang Tuna Rungu

Pelatihan ini mendatangkan langsung narasumber dari Gerkatin Kabupaten Kebumen untuk melatih para personel Polres Kebumen

Ketika Polisi Kebumen Gunakan Bahasa Isyarat untuk Layani Penyandang Tuna Rungu
Istimewa
Anggota Polres Kebumen belajar bahasa isyarat. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Sebagaimana abdi negara lain, anggota Polri wajib melayani masyarakat yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Pelayanan itu harus dilakukan kepada warga tanpa pandang bulu. Termasuk pada kaum difabilitas, termasuk penyandang tuna rungu. Karena itu, petugas pun dituntut dapat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat agar bisa melayani penyandang tuna rungu dengan maksimal.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Polres Kebumen menggelar latihan bahasa isyarat Indonesia untuk berkomunikasi dengan penyandang tunarungu.

Pelatihan ini mendatangkan langsung narasumber dari Gerkatin Kabupaten Kebumen untuk melatih para personel Polres Kebumen, Senin (01/10) pagi.

Gerkatin adalah organisasi penyandang cacat tunarungu satu-satunya di Indonesia, yang seluruhnya dikelola oleh penyandang cacat tunarungu.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengatakan, latihan bahasa isyarat ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada seluruh masyarakat termasuk para penyandang tunarungu.

Peningkatan kemampuan ini penting mengingat dalam melayani masyarakat, petugas juga harus berhadapan dengan masyarakat penyandang tunarungu. Mereka dalam permohonan pelayanan itu tentunya menggunakan bahasa isyarat. Karena itu, petugas harus bisa memahami bahasa isyarat agar mengetahui pesan yang disampaikan pemohon.

"Sehingga kita bisa saling berkomunikasi tanpa harus meminta bantuan penerjemah. Harapannya seperti itu," jelas AKP Suparno.

Adapun materi yang diberikan ke peserra antara lain bahasa isyarat alfabet, angka, mama hari, nama bulan, kata tanya, serta evaluasi perkenalan.

Latihan hari ini merupakan latihan perdana. Rencananya, materi bahasa isyarat ini akan diberikan kepada petugaa terkait seminggu dua kali setiap hari Senin dan Rabu.

Adapun instruktur latihan itu adalah Ketua Gerkatin Kabupaten Muadzani Fajar yang didampingi penerjemah Budi Wicaksono.

Dalam latihan itu, instruktur memperagakan bahasa isyarat, selanjutnya diterjemahkan oleh penerjemah.

Para personel yang mengikuti latihan kemudian menirukan dan mempraktekkan langsung bahasa isyarat Indonesia yang diajarkan.

"Jadi instruktur ini menerangkan dengan bahasa isyarat, selanjutnya diterjemahkan oleh penerjemah. Instruktur langsung dari Gerkatin Kabupaten Kebumen," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved