Menpora Inginkan Suporter Rusuh Dilarang Masuk ke Stadion Seumur Hidup

Salah satu hukuman yang pantas didapatkan dari suporter itu adalah larangan masuk ke dalam stadion seumur hidup.

Menpora Inginkan Suporter Rusuh Dilarang Masuk ke Stadion Seumur Hidup
youtube
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengutuk tindakan kekerasan oknum yang mengakibatkan satu korban tewas dari suporter lawan, jelang pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta di Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018) sore.y 

TRIBUNJATENG.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menginginkan adanya hukuman berat bagi para suporter yang berbuat rusuh dalam sebuah pertandingan. 

 Salah satu hukuman yang pantas didapatkan dari suporter itu adalah larangan masuk ke dalam stadion seumur hidup.

Pria asal Bangkalan, Madura, itu berharap kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2018 bisa menciptakan regulasi baru tersebut.

Setidaknya itu bisa diterapkan secara maksimal karena akan membuat efek jera bagi para suporter.

"Kalau perlu suporter nakal atau rusuh tidak boleh menonton bola ke stadion seumur hidup, jadi perlu diperlakukan upaya preventif untuk individu suporter yang merusak," kata Imam di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).

"Kalau dari pihak kepolisian, kiranya bisa memberikan tindakan yang nyata dan tegas," ucap Imam menambahkan.

Imam juga berharap agar klub bisa memberikan edukasi kepada suporternya dengan baik.

Ia juga berharap suporter bisa dirawat dan dimaksimalkan dengan baik karena merupakan aset yang sangat berharga.

Imam juga bercerita bahwa anaknya yang merupakan suporter Persebaya Surabaya sempat merasakan pukulan dari oknum pendukung Persija Jakarta di Stadion PTIK, Melawai, Jakarta Selatan, beberapa bulan lalu.

Pria yang juga merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga bersedih atas meninggalnya pendukung Persija, Haringga Sirla, setelah dikeroyok oleh oknum suporter Persib Bandung, bobotoh, di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018).

"Saya pernah juga menjadi orang yang kecewa ketika anak saya menjadi korban kekerasan suporter."

"Saya juga katakan kepada orang tua Haringga apakah ada kebencian, kata dia jangan lagi ada korban, cukup kami yang berduka, selebihnya jangan ada lagi," kata Imam.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved