Breaking News:

Silakan Coba Budidaya Jamur, Jarot Sudah Buktikan Keuntungannya

Silakan Coba Budidaya Jamur, Jarot Sudah Buktikan Keuntungannya. Dia budidaya di Dusun Sodong, Desa Genting Jambu Kabupaten Semarang

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
tribunjateng/deni setiawan
Silakan Coba Budidaya Jamur, Jarot Sudah Buktikan Keuntungannya. Dia budidaya di Dusun Sodong, Desa Genting Jambu Kabupaten Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Beberapa jenis jamur jadi primadona masakan istimewa antara lain jamur tiram, jamur kuping, jamur sitak, jamur merah, maupun jamur lingsi.

Dari jenis-jenis jamur itu menjadi perburuan karena terbukti mengandung gizi yang menyehatkan serta rendah lemak di dalamnya. Karenanya pula banyak warga melakukan budidaya jamur tersebut.

Sebagai contoh yang ditekuni Jarot Susanto (46) warga Dusun Sodong Rt 04 Rw 06 Desa Genting Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Dia mengawali usaha budidaya jamur tahun 2000 silam. Saat pemasaran jamur masih terbatas.

“Kala itu masih banyak anggapan apabila jamur itu beracun. Bahkan para tetangga saya sendiri. Tetapi tidak menyurutkan saya untuk terus mengajak membudidayakannya dan menawarkan hasilnya dijual untuk pemenuhan kebutuhan hidup keseharian,” ucap Jarot.

Kepada Tribunjateng.com, Senin (1/10/2018), dia menyampaikan, keuletan serta ketekunan yang dilakoninya lambat-laun membuahkan hasil. Terlebih seiring semakin banyaknya masyarakat yang mengetahui beragam manfaat saat mengkonsumsi jamur.

“Kami saat itu pun membentuk koperasi bersama bernama Jamuran atau yang kini lebih dikenal adalah Sodong Lestari. Yang telah menjadi sentral budidaya jamur khususnya di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Di tempat kami, ada 2 jenis jamur yang dibudidaya yakni jamur tiram dan jamur kuping,” terangnya.

Jarot yang juga memiliki rumah industri bernama Pawon Soles itu berujar, setidaknya kini di dusun tersebut telah ada sekitar 50 lahan milik warga yang dijadikan sebagai tempat produksi atau membudidayakan kedua jenis jamur itu.

“Jumlah penduduknya di dusun ini ada sekitar 141 kepala keluarga (KK) dan 80 persen di antaranya sudah terlibat aktif dalam berbudidaya jamur. Memang tidak murni masyarakat membudidayakan jamur, mata pencaharian tambahan yang jadi prioritas juga,” tukasnya.

Dia mengutarakan, dalam membudidayakan jamur tersebut, mereka tak sekadar memasarkan hasil panen jamur –jamur basah--. Tetapi juga beragam hal terkait jamur. Seperti media untuk pembudidayaan jamur hingga produk olahan berbahan jamur tiram atau jamur kuping.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved