Viral Bubuk Kopi Instan Mudah Terbakar, Begini Penjelasan Lengkap BBPOM

BBPOM RI, sambungnya, mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu melakukan cek “KLIK”

Viral Bubuk Kopi Instan Mudah Terbakar, Begini Penjelasan Lengkap BBPOM
Istimewa
Tangkapan layar sebuah video yang memperlihatkan dua orang pria tengah membakar bubuk kopi instan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan dua orang pria tampak membakar dua merek bubuk kopi instan.

Satu di antara dua bubuk kopi itu diketahui nerupakan bubuk kopi bermerek Luwak.

Pada saat bubuk kopi Luwak dibakar, api terlihat langsung menyala terang dan besar, sedangkan, saat bubuk kopi merek lainnya, api tak terlihat membesar.

Apa penjelasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) terkait video yang viral itu?

Kepala BBPOM Bandung, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, menjelaskan, berdasarkan pengelompokan produk pangan, kopi merek Luwak termasuk dalam kategori minuman serbuk kopi gula krimer, dengan komposisi produk antara lain gula, krimer nabati, dan kopi bubuk instan.

Produk tersebut, menurutnya, telah melalui evaluasi keamanan dan mutu oleh BPOM RI serta telah mendapatkan nomor izin edar.

"Dalam video tampak bahwa produk kopi cap Luwak terbakar. Hal ini terjadi karena produk tersebut berbentuk serbuk, ringan, dan berpartikel halus serta mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah sehingga mudah terbakar dan menyala," ujar Bagus kepada Tribun Jabar melalui pesan instan Whatsapp, Senin (1/10/2018).

Lebih lanjut dia menjelaskan, produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon), kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori dapat terbakar atau menyala jika disulut dengan api.

Di sekitar kita memang terdapat banyak bahan pangan yang mudah terbakar, seperti terigu, kopi bubuk, kopi-krimer, merica bubuk, cabe bubuk, kopi instant, putih telur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, kentang.

"Hal ini bukan berarti bahan pangan tersebut berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi. BPOM RI melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan tersebut diedarkan dan memberikan nomor izin edar (MD atau ML) yang dicantumkan pada labelnya. Apabila produk pangan sudah memiliki nomor izin edar BPOM RI, berarti produk tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat," ujar Bagus.

BBPOM RI, sambungnya, mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu melakukan cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) sebelum membeli dan mengonsumsi produk Obat dan Makanan.

"Pastikan kemasannya dalam kondisi baik, baca informasi pada labelnya, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa," kata Bagus. (*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved