Ada 703 Barang Tertinggal di BRT Trans Semarang Januari-September 2018 Ini

Ada 703 Barang Tertinggal di BRT Trans Semarang Januari-September 2018 Ini, demikian kata Ade Bhakti

Ada 703 Barang Tertinggal di BRT Trans Semarang Januari-September 2018 Ini
tribunjateng/m zainal arifin/ist
TERTINGGAL - Petugas BRT Trans Semarang menyerahkan barang yang tertinggal di bus kepada pemiliknya. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengelola Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang menemukan sejumlah barang yang tertinggal di dalam bus. Tercatat, ada 703 jenis barang yang tertinggal di BRT Trans Semarang selama 2018 ini.

Kepala Badan Layanan Umum UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, seluruh barang telah diamankan pengelola. Barang-barang tersebut tertinggal baik di dalam bus maupun di Shelter.

"Tercatat jumlah barang yang tertinggal pada Januari 56 buah, Februari 53 buah, Maret 42 buah, April 70 buah, Mei 62 buah, Juni 99 buah, Juli 115 buah, Agustus 104 buah, dan September 102 buah," kata Ade, Selasa (2/10/2018).

Dari jumlah barang tersebut, diantaranya berupa 69 HP, 43 dompet, 198 tas, 133 helm, dan 260 barang lain seperti KTM, pakaian, kunci kendaraan, makanan, dokumen, sepatu.

Ia menambahkan, selain barang yang tertinggal, petugas juga mencatat 4 orang terpisah baik dengan suami atau istrinya saat perjalanan di dalam armada. Hal ini terjadi karena saat kondisi bus penuh, penumpang tersebut tertidur dalam bus dan saat bersamaan istri atau suami telah turun di shelter transit.

"Kami telah memiliki SOP terkait barang-barang penumpang yang tertinggal di dalam bus atau dalam shelter. Petugas kami, baik yang berada di dalam bus maupun shelter jika menemukan barang tertinggal segera menginformasikan kepada Control Center Room (CC Room), selanjutnya dari CC Room akan diumumkan melalui HT dan seluruh radio rig armada," jelas Ade.

Hal ini juga berlaku saat penumpang menginformasikan barang yang telah tertinggal. Informasi yang diterima petugas akan ditindaklanjuti untuk ditelusuri.

"Tidak semua barang yang tertinggal diambil oleh pemiliknya. Barang tertinggal seperti makanan biasanya tidak ada penumpang yang mencari. Berbeda dengan barang berharga seperti dompet, HP, Helm, tas, biasanya segera dilaporkan kepada petugas," tuturnya.

Ade menerangkan, rata-rata pengguna jasa BRT Trans Semarang dalam sehari mencapai 31.000 orang. Pengguna jasa kian meningkat seiring dengan kemudahan bertransaksi dalam pembayaran.

Saat ini untuk pembayaran selain dengan pembayaran tunai, pengguna jasa dapat menggunakan transaksi non tunai dengan E-BRT, BRIZZI, Tapcash, Tcash, OVO, dan Go Pay. Promo Pembayaran dengan Go Pay hanya Rp. 9,- hingga 31 Oktober 2018 dan promo pembayaran dengan Tcash mendapat diskon 50% hingga akhir tahun.

Ade menyatakan, target penumpang Trans Semarang pada tahun 2018 sebanyak 12.847.536 orang penumpang, meliputi 7.030.816 penumpang umum dan 5.816.720 penumpang pelajar. Jika dirupiahkan total target pendapatan tahun 2018 adalah Rp 30,42 miliar. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved