Breaking News:

Bawaslu Deklarasi Damai Untuk Pemilu Bersih dan Bermartabat

Bawaslu siap-siap tidak disukai oleh masyarakat karena akan menjalankan prinsip pemilu bersih dan bermartabat.

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Deklarasi damai ditandai dengan penandatanganan surat gugus tugas pengawasan pemilu 2019 oleh ketua KPU Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat yang disaksikan oleh gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin dan Kapolda Jawa Tengah, Condro Kirono di Hotel Patra Jasa pada Senin (01/10/2018) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bawaslu mengadakan deklarasi damai untuk pemilu bersih dan bermartabat di Hotel Patra Jasa Semarang pada Senin (01/10/2018) malam.

Deklarasi dihadiri oleh anggota Bawaslu RI, Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Kapolda Jateng, Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah, dan tamu undangan.

Deklarasi damai ditandai dengan penandatanganan surat gugus tugas pengawasan pemilu 2019 oleh ketua KPU Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat yang disaksikan oleh gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Kapolda Jawa Tengah, Condro Kirono.

Deklarasi diawali oleh sambutan anggota Bawaslu RI, M. Afifudin. Dia berujar, Bawaslu bertugas mengawasi jalannya pemilu agar bersih dari money politik.

Bawaslu siap-siap tidak disukai oleh masyarakat karena akan menjalankan prinsip pemilu bersih dan bermartabat.

Baca: Tersangka Pengeroyok Suporter Tewas Jelang Persib Vs Persija Dilarang Nonton Sepak Bola Seumur Hidup

"Bawaslu bersama rakyat mengawasi pemilu dan bekerjasama dengan KPU untuk menegakkan keadilan. Bawaslu lebih mengutamakan pencegahan daripada penindakan," ujar M. Afifudin, Senin (1/10/2018) malam.

Bawaslu bersama-sama memposisikan mencegah kemudian penindakan. Kita senantiasa berkoordinasi dengan jajaran partai politik.

"Ini yang menjadi prinsip kampanye benar-benar bisa dikoordinir, bisa mencegah terjadinya pelanggaran dan kesalahan-kesalahan pilkada,"ungkapnya.

Bagi daerah yang jauh informasi misalnya TV dan lain-lain, kita tidak dapat menyalahkan 100 persen disitulah makna bersama Bawaslu.

"Tidak sekedar Bawaslu, teman-teman partai politik menjelang pilkada juga membatasi iklan-iklan pada akses yang sama,"ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved