Kasus Penganiayaan

Prabowo Menduga Ada Motif Politik Terkait Dugaan Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Prabowo Menduga Ada Motif Politik Terkait Dugaan Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Prabowo Menduga Ada Motif Politik Terkait Dugaan Penganiayaan Ratna Sarumpaet
YOUTUBE
Prabowo Menduga Ada Motif Politik Terkait Dugaan Penganiayaan Ratna Sarumpaet 

TRIBUNJATENG.COM - Capres Prabowo Subianto akan menemui Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian terkait kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet.

Menurut Prabowo, kasus kekerasan yang dialami oleh Ratna bukan yang pertama kali. Ia menyebutkan kasus persekusi yang dialami oleh Wakil Ketua (BPN) sekaligus aktivis gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman.

BATIK - Prabowo Subianto saat berkunjung ke Butique Dian Pelangi di Jalan Kalimantan Kota Pekalongan, Minggu (30/9/2018).
BATIK - Prabowo Subianto saat berkunjung ke Butique Dian Pelangi di Jalan Kalimantan Kota Pekalongan, Minggu (30/9/2018). (tribunjateng/budi susanto)

Kemudian, ia juga menyinggung kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Saya bersama tokoh-tokoh dari badan pemenangan, kami dari Koalisi Indonesia Adil Makmur berencana dalam waktu dekat untuk minta waktu menghadap Kapolri dan pejabat-pejabat lain untuk membicarakan masalah ini," ujar Prabowo saat memberikan keterangan pers di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018) malam.

Menurut Prabowo, pasca-penganiayaan pada 21 September 2018, Ratna mengalami trauma sehingga ia enggan untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Beliau dan keluarganya merasa terus terang saja ketakutan karena memang diancam terus-menerus bahkan sudah beberapa hari di rumah sakit dan lain sebagainya, tidak mau laporan karena hal itu," kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menduga ada motif politik di balik penganiayaan Ratna.

Neno Warisman
Neno Warisman (Kolase Tribunnews)

Dugaan tersebut muncul karena tidak ada barang berharga maupun uang Ratna yang hilang pasca-penganiayaan.

Selain itu, kata Prabowo, Ratna sempat mengaku ada kalimat ancaman yang dilontarkan oleh pelaku terkait sikap politiknya.

"Ya ternyata tidak ada barang yang dicuri, tidak ada uang yang hilang. Apalagi kalau bukan proses untuk intimidasi. Saya tidak tanya secara detail tapi ada kata-kata ancaman itu," kata Prabowo.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved