Breaking News:

Ada 142 E-Warung yang Siap Layani Penerima BPNT di Kudus

Di Kabupaten Kudus nantinya bakal ada 142 e-warung yang bakal melayani warga penerima bantuan pangan non tunai (BPNT).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo
tribunjateng/Rifqi Gozali
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus Lutful Hakim, Kamis (4/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Di Kabupaten Kudus nantinya bakal ada 142 e-warung yang bakal melayani warga penerima bantuan pangan non tunai (BPNT). E-warung nantinya akan melayani pembelian beras dan telur bagi penerima BPNT.

“Bagi e-warung yang melayani pembelian berbeda bagi penerima BPNT bisa kena sanksi. Atau bisa kami blokir,” kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus Lutful Hakim, Kamis (4/10/2018).

Bagi penerima BPNT, kata dia, bakal menerima Rp 110 ribu yang masuk di setiap rekening mereka. Namun sebelumnya akan dilakukan verifikasi. Sebab, calon penerima di Kabupaten Kudus saat ini jumlahnya mencapai 40.824 keluarga ada yang meninggal atau telah menjadi keluarga mampu.

“Karena ada penerima yang sudah meninggal atau sudah tidak lagi tepat sebagai penerima karena telah menjadi keluarga mampu,” jelas Lutful.

Adapun proses verifikasi dan validasi, lanjutnya, dimulai dari desa untuk melakukan pengecekan, verifikasi, dan validasi kepada setiap calon penerima BPNT.

Dia menjelaskan, calon penerima berasal dari sembilan kecamatan. Paling tinggi yaitu kecamatan Dawe sebanyak 8.310 keluarga, diiikuti Kecamatan Jekulo 5.527 keluarga, Kecamatan Gebog 5.452 keluarga, Kecamatan Kaliwungu 4.544 keluarga, Kecamatan Undaan 4.482 keluarga, Kecamatan Jati 4.216 keluarga, Kecamatan Mejobo 3.918 keluarga, Kecamatan Bae 2.341 keluarga, dan terendah di Kecamatan Kota sebanyak 2.034 keluarga.

“Jadi nanti tidak ada beras sejahtera lagi. Bantuan berupa uang nontunai bisa digunakan untuk membeli beras dan telur,” katanya.

Setelah proses verifikasi dan validasi data penerima selesai, kata dia, maka petugas akan segera mengirimkan formulir untuk membuka rekening di bank BUMN yang telah ditunjuk.

“Kalau rekening jadi maka akan segera dibagikan kepada penerima agar mereka bisa belanja beras dan telur,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved