Satpol PP Kendal Bongkar 74 PKL di Sukorejo

Satpol PP Kendal Bongkar 74 PKL di sekitar bantaran sungai Pencar Sukorejo dan Pasar Sukorejo Kendal, Kamis (4/10) siang.

Satpol PP Kendal Bongkar 74 PKL di Sukorejo
TRIBUNJATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Satpol PP Kendal Bongkar 74 PKL di sekitar bantaran sungai Pencar Sukorejo dan Pasar Sukorejo Kendal, Kamis (4/10) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kendal melakukan penertiban Lapak Pedangang Kaki Lima (PKL) yang berada di sekitar bantaran sungai Pencar Sukorejo dan sepanjang wilayah Pasar Sukorejo Kendal pada Kamis (4/10) siang.

Dalam penertiban siang itu, sebanyak 74 lapak milik PKL itu ditertibkan menggunakan ekskavator. Lapak para PKL itu dirobohkan karena para pedagang tersebut mendirikan bangunan atau lapak di wilayah yang tidak diperkenankan untuk berjualan

Kabid Satpol PP Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kendal, Dian Dindrisari menjelaskan proses penertiban itu berjalan dengan lancar. Tidak ada perlawanan dari pihak pedagang kaki lima itu.

Dian menuturkan sebelum melakukan pembongkaran pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terhadap para pedagang untuk membongkar sendiri bangunan lapak mereka.

Sosiliasasi tersebut juga didampingi dengan pengiriman surat untuk membongkar lapak kepada para pedaang sebanyak tiga kali. Namun para pedagang tetap tidak membongkar sendiri sehingga terpaksa Satpol PP membongkar lapak para pedagang.

"Hal ini terpaksa kami lakukan karena para pedagang tidak membongkar sendiri lapak mereka," katanya

Ia mengatakan pihaknya menilai bahwa bangunan dari PKL tersebut juga membuat kawasan di sekitar Sukorejo menjadi sering macet. Hal itu dikarenakan aktivitas jual beli yang dilakukan di pinggir jalan sehingga lalu lintas di sekitar kawasan pasar Sukorejo menjadi semrawut.

"Selain itu, bangunan dari para PKL yang berdiri di bantaran sungai Pencar membuat banjir di wilayah Sukorejo mana kala musim penghujan tiba karena sungai tidak lancar mengalirkan debit air," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Paguyuban PKL Pasar Sukorejo, Mas’ud mengatakan dalam pembongkaran itu memang tidak ada perlawan. Selain karena sudah diberitahu sebelumnya, hal itu karena para pedagang juga menyadari bahwa banguan mereka telah menyalahi aturan.

“Informasinya jalan di sekitar jalan yang menuju pasar Sukorejo akan dibuat menjadi dua arah (selama ini satu arah), maka dari itu ditertibkan para PKL agar arus kendaraan menjadi lancar," pungkasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved