Breaking News:

Klaten Optimistis 2019 Jadi Kabupaten ODF, Sudah Setengah Lebih Desa Warganya Tak BAB Sembarangan

Salah satu fokus Pemkab Klaten saat ini adalah membebaskan warganya agar tak buang air besar sembarangan.

like
Toilet Umum Taman gajah Mungkur 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Salah satu fokus Pemkab Klaten saat ini adalah membebaskan warganya agar tak buang air besar sembarangan.

Pemkab pun optimistis tahun 2019 nanti Klaten menjadi kabupaten Open Defecation Free (ODF) atau semua warganya sudah tak buang air besar sembarangan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Cahyono Widodo menerangkan, hingga awal Oktober ini dari 401 jumlah desa/kelurahan yang ada di Klaten, sudah 57,86% desa/kelurahan sebagai desa ODF.

Artinya sudah setengah lebih desa di Klaten yang warganya tak buang air sembarangan.

"Data yang kami himpun, ada sebanyak 232 desa sudah sebagai desa ODF," paparnya, Kamis (5/10/2018).

Menurut Cahyono, Dinkes Klaten telah memprogramkan bisa mendeklarasikan Klaten jadi kabupaten ODF pada 2019 mendatang. Hal tersebut, lebih cepat dari target yang dicanangkan Bupati Klaten Sri Mulyani yakni 2020.

Untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya nyaris setiap hari memverifikasi desa ODF untuk dapat mengejar target agar awal 2019 Klaten dapat dideklarasikan sebagai kabupaten ODF. Cahyono menguraikan, hingga saat ini masih 169 desa/kelurahan di Klaten yang belum ODF.

"Dinkes Klaten terus berupaya dan bekerja keras agar awal 2019 semua desa Klaten bisa ODF," ujar dia.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Klaten, Sri Sundari menjelaskan, saat ini dari 26 kecamatan yang ada di Klaten, sudah 9 Kecamatan yang dideklarasikan menjadi Kecamatan ODF.

Sembilan kecamatan ini di antaranya Cawas, Bayat, Kebonarum, Gantiwarno, Menisrenggo, Kalikotes, Prambanan, Karangdowo dan Delanggu. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved