Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Waspada! Begal Sadis Kota Tegal Incar Pemotor Perempuan, Ini Penuturan Mereka Cara Beroperasinya

Pembegalan atau pencurian dengan kekerasan yang yang juga kerap menghabisi nyawa korbannya marak di Kota Tegal

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Kapolres tegal kota, AKBP Jon Wesly Arianto (kanan) menanyai pelaku kejahatan sadis di kota tegal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Pembegalan atau pencurian dengan kekerasan yang yang juga kerap menghabisi nyawa korbannya marak di Kota Tegal.

Tiga pelaku dari kawanan begal yang sudah meresahkan masyarakat Kota Tegal sepekan terakhir ini ditangkap polisi.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Jon Wesly Arianto, menyebut kawanan begal sadis itu total ada enam orang. Dan seringkali menjadikan perempuan sebagai sasaran empuk.

"Pelaku sudah melakukan aksinya di sejumlah lokasi kejadian. Dalam aksinya, modus mereka memepet atau membuntuti kendaraan korban setelah itu menarik tas yang dibawa," kata Jon.

Mereka terlebih dahulu memetakan situasi dan mengincar korban. Adapun korban yang mereka incar kebanyakan merupakan pengendara sepeda motor perempuan.

Ketiga pelaku yang ditangkap antara lain Fandi Maulidin Priono (22) warga Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat; Dimas Saputra (18) warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat; dan Nurul Anam (22) warga Kelurahan Kraton, Tegal Barat.

Nama pertama, kata kapolres, berperan sebagai eksekutor saat beraksi. Dia yang melakukan penarikan tas terhadap korban.

"Dalam aksinya, mereka biasanya menggunakan dua kendaraan bermotor. Satu pelaku sang eksekutor yang bertugas menarik barang milik korban," ungkap kapolres.

Saat ditangkap, satu pelaku yakni sang eksekutor atau Fandi Maulidin ditembak petugas karena mencoba melawan petugas dan melarikan diri.

"Kami terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap tersangka karena mencoba melawan," imbuhnya.

Jon mengimbau agar masyarakat jangan menggunakan barang berharga saat berkendara. Kemudian, saat bermotor, tas jangan ditenteng melainkan dimasukan di dalam jok atau di depan pengendara.

Selain itu, jika berkendara harus melihat kondisi lingkungan. Jika menjumpai pengendara lain yang mencurigakan, jangan sungkap menepi di tempat ramai dan aman semisal di kantor polisi atau pos polisi.

"Masyarakat yang mengambil uang di bank dalam jumlah banyak juga jangan sungkan untuk meminta pengawalan kepada polisi, tidak dipungut biaya alias gratis. Minimal jadi lah polisi untuk diri sendiri," tandasnya.

Sementara, seorang pelaku, Fandi Maulidin, menerangkan dalam melakukan aksi kejahatan, biasaya ia melakukan bersama dua hingga tiga temannya.

"Sasarannya cewek yang pakai motor. Dipepet dulu kemudian rebut tasnya," ucapnya.

Ia mengatakan tak segan- segan melukai korban dengan senjata tajam jika melawan atau terus mempertahankan tas dan barang berharganya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Tegal Kota. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved