49 Desa di Kebumen Terdampak Kekeringan

Dampak kekeringan di Kebumen, Jawa Tengah kian meluas. Hingga awal Oktober 2018 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen

49 Desa di Kebumen Terdampak Kekeringan
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Dampak kekeringan di Kebumen, Jawa Tengah kian meluas. Hingga awal Oktober 2018 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen telah mengirim bantuan air bersih ke ke 49 desa di 11 kecamatan yang mengalami krisis air bersih.

Sebanyak 1.088 tangki air bersih pun telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan air di desa-desa tersebut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kebumen, Eko Widianto mengatakan, ada sedikit kendala dalam proses pengiriman air bersih ke desa terdampak.

Kemarau menyebabkan debit air PDAM ikut menyusut sehingga armada butuh waktu lebih lama untuk mengisi tangki.
Karena itu, waktu pengiriman pun menjadi bertambah lama.

Padahal, setiap hari diperlukan sekitar 30 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah terdampak.

Agar distibusi air bisa merata, tentunya butuh kelancaran dan kecepatan dalam proses pengiriman.

“Air PDAM debitnya mengecil. Sehingga waktunya lebih lama untuk mengisi tangki,” katanya

Di sisi lain, BPBD menerima keluhan masyarakat terkait kondisi air yang berwarna kehitaman. Ini lantaran banyaknya sedimentasi yang terkandung dalam air. Kemarau panjang bukan hanya menurunkan debit, namun juga kualitas air baku PDAM.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD memanfaatkan air PDAM di beberapa titik, yakni Sempor, Aliyan Krakal dan Kutowinangun. Sedangkan untuk Kebumen wilayah barat, BPBD mengambil air dari sumur dalam di Logending Kecamatan Ayah.

“Ada keluhan sedikit kemarin-kemarin, airnya agak hitam. Istilahnya itu, endapannya itu banyak terbawa,” katanya.

BPBD telah berkoordinasi dengan PDAM untuk mengatasi persoalan agar pengiriman ke daerah terdampak tidak lagi terkendala.

Eko mengatakan, BPBD Kebumen menganggarkan Rp 350 juta untuk bantuan air bersih, atau setara dengan sekitar 1.400 tangki air bersih di tahun 2018 ini.

Selain itu, bantuan air bersih juga berasal dari instansi lainnya, semisal PMI, Polri, serta perusahaan daerah maupun swasta.

Persediaan bantuan ini diperkirakan cukup hingga awal musim penghujan yang diperkirakan mulai akhir Oktober atau awal November 2018 nanti. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved