Breaking News:

Rayakan HUT Ke-90, Gereja Katedral Semarang Gelar Rangkaian Kegiatan Selama 9 Bulan

Wayang kulit tersebut yang kedua kalinya digelar selama perayaan HUT Gereja Katedral digelar yang m‎engambil lakon Gatotkaca Panca Raga.

Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Gereja Katedral Semarang Gelar Rangkaian Kegiatan Selama 9 Bulan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - ‎Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Semarang telah genap berusia 90 tahun pada 2018 ini.

Hari ulang tahun (HUT) ke-90 Gereja Katedral Semarang tersebut juga dilaksanakan ‎tidak seperti biasanya karena estafet kegiatan yang diselenggarakan lebih panjang yakni selama sembilan bulan.

Koordinator Acara, Hendykiawan‎ mengatakan, HUT kali ini spesial yang sudah mencapai 90 tahun sehingga pihaknya menyelenggarakan rangkaian acara yang panjang mulai dari bulan Februari 2018 dan puncaknya berakhir pada bulan Oktober 2018‎.

"Ada pentas seni, bazar makanan, dan Sabtu malamnya (kemarin-red) akan diramaikan wayang kulit," ujar dia, Sabtu (6/10/2018).

Wayang kulit tersebut yang kedua kalinya digelar selama perayaan HUT Gereja Katedral digelar yang m‎engambil lakon Gatotkaca Panca Raga.

"Dalangnya sendiri dari Rama Heri, atau biasanya dipanggil Rama Ipeng, yang akan me‎mbawakan lakon tersebut," ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya panggung hiburan untuk memeriahkan suasana, tetapi juga beragam kegiatan sosial berbagi untuk sesama.

"Kegiatan sosial banyak kami lakukan dari bulan Februari, seperti pembagian sembako, pengobatan gratis, dan pembagian takjil," ujar di‎a.

‎Pastur Paroki Gereja Katedral Semarang, Rama Herman Yoseph Singgih Sutoro, mengatakan, kegiatan sosial sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perayaan HUT setiap tahunnya.

Dia juga mengajak untuk seluruh umat dapat peduli terhadap kesusahan masyarakat tanpa memandang suku, agama dan rasnya.

"Kami melakukan aksi solidaritas untuk seluruh umat, bagi siapa saja yang kesusahan. Tidak hanya pada gempa di Palu, sebelumnya di Lombok kami juga ikut serta," ujarnya.

‎Keterlibatannya tersebut, sesuai cita-cita Keuskupan Semarang masyarakat Indonesia yang serjahtera, bermartabat dan beriman.

"Karena kita hidup bersama, dengan beragam agama, suku, dan bangsa sehingga kami harus hidup berdampingan untuk kesejahteraan bersama," ucapnya. (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved