Liputan Khusus

Alasan Kenapa Baru Sebagian Desa Wisata Jateng Yang Menjadi Langganan Wisatawan Asing

Daya tarik desa wisata yang ada di Jateng masih perlu dipacu, apalagi jika ingin bisa merambah segmen pasar internasional.

Alasan Kenapa Baru Sebagian Desa Wisata Jateng Yang Menjadi Langganan Wisatawan Asing
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Ilustrasi Wisatawan Asing 

Ia mencontohkan kepekaan menanggap peluang itu misalnya dengan membidik desa tempat tinggal peraih medali emas Asian Games cabang olahraga panjat tebing yang ada di Purwodadi.

Menurut dia, desa di sana bisa dibuatkan tempat outbond dan pelatihan memanjat tebing. Sehingga, hal itu menjadi keunikan dan tidak dimiliki desa wisata lain.

Joko berujar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat desa wisata. Pertama sebelum desa wisata itu dipromosikan harus memiliki atraksi daya tarik yang berbeda dan memiliki keunikan tersendiri.

Kemudian infrastruktur sarana dan prasarana seperti homestay, MCK harus dipersiapkan. Jika hal itu bisa dilakukan, geliat ekonomi desa wisata akan bergerak, dan masyarakat sekitar akan menerima imbas positif, khususnya dalam hal kesejahteraan.

“Ketiga akses menuju ke desa wisata. Setelah itu semua siap, maka baru dipromosikan, bisa lewat media sosial atau cara konvensional dengan menawarkan ke travel agent dan mengikuti kegiatan pameran,” ujarnya.

Sejauh ini, Joko mengungkapkan, peran pemerintah dalam pengembangan desa wisata sudah cukup baik, seperti kerap memberikan pelatihan, pembinaan, dan bimbingan. Hal itu patut dipreasiasi, dan semoga bisa terus ditingkatkan, khususnya guna menguatkan SDM. (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved