Ketua Paguyuban Kades Kendal : Kalau Memang Salah, Kami Tidak Menutupi

Sebelumnya para kades mempertanyakan mekanisme pemberhentikan sementara Kades Purwogondo itu oleh Bupati Kendal.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Paguyuban Kepala Desa (Kades) Kabupaten Kendal memenerima penjelasan dari Bupati Kendal terkait pencopotan sementara Kades Purwogondo, Boja atas kasus dugaan korupsi dengan cara penyalahgunaan kekuasaan menjadi kades.

Sebelumnya para kades mempertanyakan mekanisme pemberhentikan sementara Kades Purwogondo itu oleh Bupati Kendal.

Ketua Paguyuban Kades Kabupaten Kendal, Suwardi membenarkan jika kades Purwogondo diduga melakukan penyalahgunaan wewenangnya sebagai kades dalam proyek pembangunan.

"Karena telah turun Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dari kepolisian, maka bupati menggunakan haknya untuk menonaktifkan sementara yang bersangkutan. Mekanisme ini yang kami pertanyakan namun sudah terjawab," jelasnya Senin (8/10)

Dari penjelasan bupati kepada pihkanya, langkah yang dilakukan bupati kendal yakni mirna annisa untuk menciptakan suasana kondusif di desa itu. Ia mengatakan keputusan itu diambil bupati karena sebelumnya bupati sudah meminta penjelasan kepada kepolisian terhadap kasus kades purwogondo itu.

"Ya kami berharap kepada bupati ataupun melalui leading sector seperti kecamatan untuk membimbing dan meneliti APBD desa. Agar nantinya terjalin komunikasi yang baik untuk menciptakan hal yang baik di desa,"ujarnya

Pihaknya membantah jika dirinya berusaha menutupi kesalahan dari pihak tertentu terkait kasus tersebut. Menurutnya langkah yang dilakukan pihaknya yaitu menanyakan kepada bupati duduk perkara sebenarnya sehingga bupati melakukan pencopotan sementara kades purwogondo.

"Kami hanya meminta keterbukaan dari bupati terhadap hal itu, Kalau memang sudah salah, kami tidak menutupi siapa pun. Selanjutnya nanti sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka maka harus (dicopot jabatannya)," terangnya

Sementara itu, Kepala Polres Kendal, AKBP Adiwijaya mengatakan dalam kasus dugaan korupsi Kades Purwogondo, pihaknya masih dalam proses pendalaman dan penyidikan serta berkoordinasi dengan pihak Inspektorat Kendal

"Kami belum menentukan tersangka, namun atas kasus tersebut kami sudah memeriksa lima orang untuk dimintai keterangan. Selanjutnya kami akan kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap beberapa perangkat desa purwogondo itu, dari pemeriksaan tersebut maka tersangka dapat ditentukan" jelasnya.(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved